Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Timnas Indonesia dan Urgensi Kamp Latihan Mandiri

28 Mei 2022   18:05 Diperbarui: 28 Mei 2022   18:08 170
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia (Kompas.com)

Dalam beberapa hari terakhir, urgensi memiliki kamp latihan khusus buat Timnas, muncul jadi satu topik bahasan populer di media sosial. Khususnya di lingkup sepak bola nasional.

Berawal dari saran Shin Tae-yong, sebagai responnya atas kritik sebagian warganet, suara soal perlunya punya kamp latihan khusus untuk Timnas Indonesia terus bergaung, dengan PSSI sebagai pihak yang diminta ambil tindakan.

Suara itu belakangan jadi relevan, saat Tim Garuda sempat batal latihan, akibat belum sewa lapangan. Alhasil, Shin Tae-yong pun mengkritik PSSI, sementara PSSI enggan disalahkan.

Dari sini saja, kita bisa melihat, seberapa rumit masalah yang ada. Di aspek mendasar seperti tempat latihan saja, masalah sudah jadi penghalang

Wacana soal tempat latihan mandiri ini sudah bergulir sejak lama. Bahkan, lokasinya pun sudah disebut-sebut, yakni di daerah Sawangan, Depok, di lahan milik Bakrie Group, yang sebelumnya sempat dipakai klub Pelita Jaya.

Tapi, wacana ini sering menguap begitu saja. Terlupakan, sebelum akhirnya terangkat lagi saat masalah saat ini terkuak di media.

Sebenarnya, ada fasilitas mirip kamp pelatihan pemain di Indonesia, yang sudah lama eksis dan mampu menghasilkan pesepakbola berkualitas. Jumlahnya pun bukan hanya satu, tapi dua, yakni Diklat Salatiga (Jawa Tengah) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta.

Diklat Salatiga yang diresmikan pada tahun 1973 pernah mengorbitkan pemain sekelas Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas. Karenanya, Diklat Salatiga sempat populer di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Tapi, sejak dilebur dengan PPLP Jawa Tengah pada tahun 2008 silam, gaung nama akademi yang sempat tersohor ini jadi meredup akibat penurunan kualitas.

Sementara itu, nama SKO Ragunan (yang memang merupakan sekolah olahraga multicabang) belakangan familiar, karena punya alumni pemain Timnas Indonesia era terkini, yang main di Eropa. Mereka adalah Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun