Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Skala Prioritas

20 November 2021   00:42 Diperbarui: 20 November 2021   02:30 785
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi (Bolasport.com)

Jeda internasional Kualifikasi Piala Dunia 2022 bulan November menampilkan beberapa cerita. Salah satunya, tentang nasib berbeda yang dialami Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bersama timnas masing-masing, meski sama-sama tidak mencetak gol.

Di Portugal Ronaldo menjalani jeda internasional yang rumit, karena tak mampu meraih kemenangan. Diawali dengan hasil imbang tanpa gol melawan tuan rumah Irlandia, dan ditutup dengan kekalahan 1-2 atas Serbia di Lisbon, Seleccao kini harus bersiap menghadapi babak play off, dengan lawan-lawan seperti Italia, Swedia, dan Polandia yang siap menunggu.

Di Argentina, Lionel Messi menjalani jeda internasional yang agak "tricky". Disebut demikian, karena Albiceleste harus menghadapi tuan rumah Uruguay dan menjamu Brasil, dua lawan kuat di zona CONMEBOL.

Situasi semakin "tricky" buat Leo, karena dirinya dipanggil pelatih Lionel Scaloni dalam kondisi tidak fit, setelah belum lama ini cedera. Awalnya, PSG selaku klubnya keberatan, tapi karena Messi memang punya keleluasaan untuk memprioritaskan tim nasional dalam kontraknya di Paris, ia tetap bisa bergabung tanpa masalah.

Berbeda dengan CR7 yang selalu tampil penuh bersama Portugal, Si Kutu hanya tampil penuh saat menghadapi Brasil, dan turun sebagai pemain pengganti di markas Uruguay. Meski begitu, Tim Tango mampu menang 1-0 atas La Celeste, dan bermain imbang tanpa gol melawan Selecao, untuk menyegel tiket lolos ke Qatar.

Sebagian orang mungkin berargumen, Messi bisa lolos dengan lebih mudah, karena lawan-lawan yang dihadapi relatif lebih mudah dibanding Ronaldo. Apalagi, tim-tim Amerika Selatan tergolong sering berjumpa.

Di luar kualifikasi Piala Dunia, ada turnamen Copa America dan pertandingan uji coba yang kerap dimainkan. Jadi, semua tim di Amerika Selatan bisa dibilang sudah saling mengenal satu sama lain.

Ini berbeda dengan Portugal, yang tak selalu bertemu lawan serupa, entah di kualifikasi Piala Dunia, Euro, atau pertandingan ujicoba. Maklum, UEFA punya lebih dari 40 negara anggota, berbeda dengan CONMEBOL yang hanya punya 9 peserta.

Tapi, familiaritas tim-tim Amerika Selatan justru membuat persaingan lebih ketat. Ditambah lagi, setiap negara punya "senjata rahasia", bukan hanya dari segi teknis dan dukungan suporter, tapi juga nonteknis.

Contohnya, Ekuador dan Bolivia, yang sama-sama berkandang di daerah dataran tinggi. Otomatis, kadar oksigennya lebih tipis, karena berada di ketinggian 2.000 dan 3.600 mdpl.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun