Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Administrasi - Content Writer

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Laga Besar Rasa Timpang

25 Oktober 2021   04:09 Diperbarui: 25 Oktober 2021   04:41 284 7 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Selebrasi gol Mohamed Salah (Tribunnews.com)

Bicara soal laga "North West Derby" antara Manchester United versus Liverpool, kebanyakan orang akan langsung menyebutnya sebagai "big match". Maklum, keduanya adalah klub tersukses di Inggris, dengan segudang prestasi dan banyak figur legendaris.

Maka, tak heran jika pertemuan kedua tim selalu ditunggu. Jika pertandingan berlangsung di Stadion Old Trafford, suporter Manchester United pasti akan berharap, akan ada sajian hebat dari Teater Impian.

Sialnya, itu tak terjadi di hari Minggu (24/10), setelah Cristiano Ronaldo dkk dihajar dengan skor 0-5 oleh Liverpool. Mungkin, skor 0-5 terlihat seperti mimpi buruk, tapi itulah yang terjadi.

Sejak sepak mula, laga ini sebenarnya sudah terlihat timpang. Liverpool seperti biasa bermain agresif dengan strategi "gegenpressing", yang terencana dan terorganisir, sementara United seperti memainkan strategi "teka-teki", karena cenderung sporadis, tapi pasif.

Hasilnya, serangan Si Merah mampu membuat kocar-kacir lini belakang Si Setan Merah, dan mencetak empat gol ke gawang David De Gea di babak pertama. Naby Keita dan Diogo Jota mencetak satu gol, sementara Mohamed Salah mencetak dua gol.

Strategi "teka-teki" ala Ole Gunnar Solskjaer sukses diacak-acak, dengan semua gol The Kop hadir di area penalti. Di sini, lini belakang United yang dikomandani Harry Maguire, benar-benar terlihat kacau.

Bek tengah termahal di dunia itu tampak sangat kebingungan, dan tak bisa berbuat banyak saat melihat gol demi gol tercipta. Sebaliknya, Liverpool yang kali ini menduetkan Ibrahima Konate bersama Virgil Van Dijk di pos bek tengah terlihat sangat solid dan rapi.

Terbukti, Cristiano Ronaldo, yang di pertandingan sebelumnya dielu-elukan bak pahlawan, benar-benar mati kutu. Tak banyak peluang diciptakannya, akibat kurang suplai umpan matang.

Pekerjaan anak asuh Juergen Klopp jadi semakin mudah, karena tim tuan rumah tak bermain kompak sebagai sebuah tim.

Skor 0-4 memang terlihat seperti mimpi, mengingat sejarah panjang kedua tim, tapi ketimpangan kualitas keduanya di atas lapangan begitu nyata. Jordan Henderson dkk bahkan terlihat seperti bermain di kandang sendiri, saking nyamannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan