Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Dirgahayu Rumah Biru

24 Oktober 2021   10:43 Diperbarui: 24 Oktober 2021   10:59 150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pada pekan ini, Kompasiana merayakan ulang tahunnya yang ke 13. Ada banyak ucapan selamat, yang datang dari berbagai penjuru dalam berbagai bentuk di dunia maya.

Saya sendiri ikut memberikan ucapan selamat, tapi kalimatnya seperti pada judul di atas. Terlihat sangat pendek, jika dibandingkan dengan Kompasianer lain, yang mungkin punya lebih banyak perbendaharaan kata.

Ada banyak orang, yang memberi ucapan dengan kata-kata romantis atau puitis, bahkan dengan beberapa kali mengucapkan selamat ulang tahun. Apesnya, itu bukan keahlian yang saya punya, meski sebenarnya terbiasa menulis artikel.

Saya lebih suka menggunakan gaya simpel, tapi tetap tepat sasaran. Memang, kebiasaan ini membuat saya dikritik "tidak romantis", "tidak pintar berbasa-basi", dan entah apa lagi. Tapi, inilah kelemahan yang lalu menjadi satu ciri khas saya.

Lagipula, Kompasiana memang menjadi rumah bagi tulisan banyak orang, termasuk saya, dengan warna birunya yang khas. Sesederhana itu.

Saya sendiri juga merasa nyaman seperti di rumah sendiri, karena sudah banyak hal yang didapat di sini. Mulai dari relasi, pengalaman, dan entah apa lagi. Semua bergulir begitu saja bersama jalannya waktu.

Sang waktu kini kembali membawa kita, menapak ke ulang tahun Kompasiana. Tahun ini, platform menulis warga menginjak usia tiga belas tahun, sebuah usia "beranjak remaja" buat manusia.

Sebuah fase dimana manusia sedang menikmati hal-hal baru, mulai dari perubahan fisik, menyukai lawan jenis, sampai emosi yang meledak-ledak. Belakangan, perubahan ini cukup terasa, dengan makin naiknya topik populer berupa "spoiler" plus "tips dan trik", yang sedang menjadi tren di media mainstream.

Tentu saja, ini adalah satu strategi adaptif terhadap tren yang ada. Ini bagus untuk jangka pendek, tapi kurang baik untuk jangka panjang, karena, tak ada akar yang cukup kuat.

Padahal, Kompasiana sebetulnya sudah punya "akar" itu sejak awal, yakni keberagaman latar belakang dan orisinalitas opini Kompasianer. Jika tidak ada, belum tentu usia tiga belas tahun akan tercapai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun