Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Administrasi - Content Writer

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Maracana dan Ragam Kisah Stadion Nasional "Keramat"

12 Oktober 2021   15:07 Diperbarui: 12 Oktober 2021   15:12 115 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Stadion Maracana (DW.com)

Bicara soal stadion, tiap negara tentu punya "stadion nasional" masing-masing. Biasanya, stadion tersebut punya kapasitas paling besar di tingkat nasional, dan terletak di kota besar atau kota penting suatu negara.

Entah negara yang sepak bolanya biasa saja, sampai negara-negara jagoan sepak bola dunia, pasti punya stadion "spesial" tersebut. Di negara-negara jagoan sepak bola dunia, stadion nasional bahkan dianggap "keramat", karena dinilai punya nilai spesial tersendiri, termasuk dari segi historis.

Di Inggris, ada Stadion Wembley, yang menjadi panggung partai final Piala Dunia 1966, saat Timnas Inggris berjaya di rumah sendiri. Di Prancis, ada Stade De France alias Saint Denis, arena tempat Zinedine Zidane dkk berjaya di tahun 1998.

Keduanya sama-sama menjadi kandang Timnas masing-masing dan jadi stadion. kebanggaan. Hal yang sama juga berlaku untuk Estadio Centenario di Montevideo (Uruguay) dan Estadio Antonio Vespucio Liberti alias Monumental di Buenos Aires (Argentina).

Kedua stadion nasional ini juga menjadi panggung kala Uruguay dan Argentina meraih trofi Piala Dunia pertama kalinya. Uruguay meraihnya di tahun 1930, sementara Argentina berjaya di tahun 1978, dalam tim yang antara lain dibintangi Mario Kempes dan dilatih si nyentrik Cesar Luis Menotti.

Tapi, jika menengok ke Brasil, sebuah paduan unik hadir di Stadion Maracana. Stadion berkapasitas kurang lebih 78 ribu penonton ini sebetulnya menjadi stadion terbesar di Brasil, dan menjadi kebanggaan di sana.

Sehari-harinya, stadion milik Pemerintah Negara Bagian (setingkat Pemprov di Indonesia) Rio De Janeiro ini merupakan "kandang" Timnas Brasil, dan dua klub besar dari kota Rio De Janeiro, yakni Flamengo dan Fluminense.

Sebelumnya, Vasco Da Gama dan Botafogo juga pernah "mengontrak" di sini, sebelum pindah ke stadion lain, yakni Estadio Olimpico Nilton Santos (milik Pemerintah Negara Bagian Rio De Janeiro, disewa Botafogo sampai tahun 2027) dan Sao Januario (milik klub Vasco Da Gama).

Secara historis, stadion yang terletak di dekat Sungai Maracana ini juga punya catatan istimewa, karena menjadi panggung dua final Piala Dunia (1950 dan 2014). Hanya Stadion Azteca di Meksiko yang sejauh ini punya catatan serupa di dua edisi Piala Dunia (1970 dan 1986).

Stadion bernama asli Estadio Jornalista Mario Filho (sejak 1966) ini juga menjadi panggung tempat Pele mencetak gol ke-1000 nya di tahun 1969, dan menjadi saksi saat Tim Samba meraih medali emas Olimpiade pertamanya di cabor sepak bola, pada tahun 2016.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan