Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kemenangan Meragukan Timnas Indonesia

8 Oktober 2021   05:18 Diperbarui: 8 Oktober 2021   05:30 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Indonesia vs Taiwan (Tribunnews.com)

Menang secara hasil akhir, tapi masih meragukan secara performa. Begitulah kesimpulan yang saya tangkap, dari performa Timnas Indonesia, saat menghadapi Taiwan di leg pertama babak play-off kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Chang Arena, Buriram, Thailand, Kamis (7/10).

Secara hasil akhir, gol-gol dari Ramai Rumakiek dan Evan Dimas di masing-masing babak memang mampu membawa Tim Garuda menang 2-1, tapi, ada beberapa hal yang masih belum meyakinkan.

Pertama, dari segi kualitas penyelesaian akhir, tim asuhan Shin Tae-yong ini masih belum optimal. Ada begitu banyak peluang gol tercipta, tapi hanya dua yang menjadi gol.

Ironisnya, Taiwan yang hanya membuat dua tembakan ke gawang sepanjang laga justru lebih efektif, dengan mampu membuat satu gol. Padahal, tim dari Asia Timur ini bermateri pemain alakadarnya, di bawah asuhan seorang "caretaker" (pelatih sementara) yang belum lama ditunjuk.

Andai bertemu lawan yang lebih kuat, ini bisa jadi titik lemah cukup fatal. Peluang bagus yang jarang hadir terbuang percuma. Jangankan menang, hanya kalah tipis saja sudah bersyukur.

Kedua, jarak antarpemain kurang rapat. Ini membuat akurasi umpan kurang maksimal. Salah umpan, baik pada umpan pendek maupun panjang sering terjadi.

Akibatnya, transisi permainan jadi kurang mulus. Kelemahan ini kerap membuat bola mudah direbut pemain Taiwan.

Beruntung, akurasi umpan mereka ternyata sama-sama agak bermasalah. Jika tidak, Evan Dimas dkk pasti sudah jadi bulan-bulanan.

Ketiga, lini belakang Tim Garuda terlihat rapuh. Renggangnya jarak antarpemain membuat mereka rawan diserang balik.

Di sisi lain, pertahanan rapat Taiwan memang membuat anak asuh Shin Tae-yong leluasa memegang kendali permainan. Masalahnya, ini membuat mereka terlalu asyik menyerang, tapi kurang disiplin saat bertahan.

Hasilnya, Hsu Heng Pin mampu menjebol gawang Muhammad Riyandi di masa injury time babak kedua, lewat sebuah skema set-piece. Skor akhir 2-1 pun menjadi hasil yang adil, terutama jika melihat kualitas penyelesaian akhir kedua tim.

Andai penyelesaian akhir Timnas Indonesia bisa lebih efektif, mungkin hasilnya akan berbeda.

Hasil ini membuat peluang lolos kedua tim masih terbuka. Taiwan akan lolos jika minimal menang 1-0, sementara Indonesia hanya butuh hasil imbang di leg kedua, yang akan berlangsung pada hari Senin (11/10) mendatang, juga di kota Buriram (Thailand).

Praktis, satu-satunya yang bisa dimengerti dari performa kurang optimal Timnas Indonesia di kota Buriram  hanyalah, para pemain, khususnya yang bermain di Liga Indonesia, masih belum berada dalam kondisi fisik terbaik, karena liga belum lama bergulir.

Seperti diketahui, sepak bola nasional sempat vakum selama lebih dari setahun terakhir akibat imbas pandemi. Akibatnya, para pemain tak bisa berlatih secara ideal.

Karenanya, perlu sedikit waktu untuk membuat rancangan taktik pelatih Shin Tae-yong berjalan seperti seharusnya. Pelan tapi pasti, peningkatan pasti ada, jika PSSI mau bersabar.

Di sini, PSSI perlu melupakan sejenak pola pikir instan mereka, karena situasi dan kondisinya masih jauh dari ideal. Jika pola pikirnya masih sama seperti yang sudah-sudah, lupakan saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun