Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Content Writer

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Poin Berharga dari Etihad Stadium

9 November 2020   09:54 Diperbarui: 9 November 2020   10:00 79 5 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Poin Berharga dari Etihad Stadium
Penalti gagal Kevin De Bruyne (Theguardian.com)

Judul di atas, adalah kesimpulan sederhana, dari penampilan Liverpool saat menghadapi tuan rumah Manchester City di ajang Liga Inggris, Minggu (8/11). Dalam laga ini, kedua tim bermain imbang 1-1.

Sebelum laga dimulai, banyak yang memperkirakan, duel ini akan berjalan ketat. Maklum, kedua tim sama-sama punya grafik performa oke, dan dilatih manajer jempolan.

Meski berjalan ketat sesuai prediksi, laga ini diwarnai kejutan taktik Juergen Klopp. Turunnya Joel Matip sebagai tandem Joe Gomez di jantung pertahanan menjadi kejutan awal, karena bek asal Kamerun sempat diragukan tampil.

Tak cukup sampai disitu, Klopp menurunkan sekaligus trio Firmino-Mane-Salah dan Diogo Jota, dalam formasi 4-2-3-1, bukan 4-3-3 seperti biasanya. Kejutan ini sekaligus menyudahi perdebatan soal siapa yang diturunkan, antara Roberto Firmino dan Diogo Jota.

Dipasangnya mereka berempat, membuat Pep Guardiola dan City sempat agak terkejut, dan kebobolan lewat penalti Mohamed Salah. Penalti didapat Liverpool, setelah Sadio Mane dilanggar Kyle Walker di kotak terlarang.

Gol itu membuat City menaikkan intensitas serangan, dan berhasil menyamakan skor, setelah Gabriel Jesus mampu menuntaskan umpan jitu Kevin De Bruyne. Ederson dkk bisa saja unggul, andai penalti Kevin De Bruyne, akibat handsball Joe Gomez di kotak penalti, tak meleset.

Selebihnya, duel berjalan seimbang di babak kedua. Kedua tim saling serang,  meski akhirnya gagal meraih poin penuh.

Ini menjadi satu poin berharga buat Liverpool, karena mereka mampu merusak momentum City untuk tancap gas. Padahal, The Eastlands sudah mulai mendapat hasil positif belakangan ini.

Meski begitu, poin ini berharga cukup mahal buat Liverpool, karena Trent Alexander-Arnold harus ditarik di babak kedua akibat cedera. Posisi pemain nomor punggung 66 ini lalu digantikan oleh James Milner.

Cedera TAA menambah pelik masalah di lini belakang Si Merah. Sebelumnya, mereka sudah kehilangan Virgil Van Dijk dan Fabinho karena cedera. Joel Matip yang akhirnya tampil pun tak sepenuhnya meyakinkan, karena cukup sering absen akibat cedera.

Alhasil, Klopp kini harus segera bersiap memainkan salah satu dari Neco Williams, bek kanan jebolan akademi klub yang notabene deputi TAA, atau James Milner, yang dikenal fasih berperan sebagai bek sayap.

Cedera pemain memang jadi satu masalah pelik buat Liverpool musim ini. Tapi, masalah ini justru mampu dijadikan peluang oleh Klopp, untuk menguji kedalaman skuad, sekaligus memberi kesempatan kepada pemain muda.

Bisa dibilang, Jordan Henderson dkk terus berkembang, justru saat kesulitan datang silih berganti. Inilah satu kunci keberhasilan dalam menjaga kesolidan tim sejauh ini, sekaligus membuktikan, mereka terus meningkat, walau tak belanja jor-joran.

Jadi, bukan hal mengejutkan, jika Liverpool tak berbelanja pemain baru di bursa transfer musim dingin, khususnya jika tim ini terus berkembang. Alih-alih menjadi musim yang muram, agaknya ini akan jadi musim yang menarik buat Liverpool, karena masalah cedera pemain justru membuat mereka semakin kuat, berkat kedalaman skuad yang mumpuni.

Mampukah Liverpool menjaga tren positif?

VIDEO PILIHAN