Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Content Writer merangkap Karyawan Swasta

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Blogshop Pertama dan Kesan yang Tersisa

9 April 2020   20:31 Diperbarui: 9 April 2020   23:16 333 29 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Blogshop Pertama dan Kesan yang Tersisa
Kompasiana.com

Pada Kamis (9/4), Kompasiana mengadakan acara workshop blogging (blogshop) bertajuk "A to Z Kompasiana, Optimasi Konten Blog Kamu di Kompasiana", bersama Widha Karina, Kompasiana Content Superintendent.

Berhubung situasi saat ini kurang memungkinkan untuk mengadakan pertemuan secara langsung, maka acara ini diadakan lewat metode "live streaming". Acara ini dimulai pada pukul 16.00 WIB, dan berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Secara garis besar, acara ini banyak membahas hal-hal teknis, mengenai apa yang boleh atau tidak boleh ada di sebuah artikel, jika ingin tak kena semprit pengelola Kompasiana.

Tak lupa, satu ilmu penting terkait blog posting turut dibagikan. Dimana, "waktu" dan "momentum" menjadi kata kunci. Sebagai contoh, waktu ideal (dan optimal) untuk memposting tulisan "berat" adalah pagi hari. Setelahnya, giliran jenis tulisan yang lebih "ringan" mengambil alih.

Selain itu, dibahas juga pertimbangan-pertimbangan, terkait kriteria artikel yang layak dilabeli "Pilihan" atau "Artikel Utama", beserta pertimbangan terkait bagaimana seorang Kompasianer di-"centang biru"-kan. Tentunya, lewat pertimbangan objektif, dengan memperhatikan kualitas, kebaruan, dan orisinalitas.

Bagi saya, acara ini terasa unik dan bergizi. Karena, untuk pertama kalinya sejak pertama kali menyeriusi dunia tulis-menulis, saya mendapat ilmu tentang tulis-menulis, bukan secara otodidak.

Jadi, boleh dibilang saya menemukan kepingan puzzle yang selama ini belum didapat. Uniknya, pengalaman blogshop ini justru baru pertama kali saya dapat, tiga tahun setelah akun saya mendapat "centang biru" dari Kompasiana.

"Centang biru" ini saya dapat tahun 2017 silam. Boleh dibilang, ada sedikit rasa sesal, karena saya baru mendapat ilmu ini, jauh setelah semuanya berjalan begitu saja.

Beruntung, cairnya kebersamaan di Kompasiana selama ini, membuat sedikit rasa sesal itu berubah menjadi sebuah refleksi yang menyegarkan. Karena, pada momen ini saya diajak untuk kembali merenungkan, apa tujuan dasar saya menulis.

Benar, tujuan dasar saya bukan sebatas mendapatkan label atau hadiah, apalagi menjadi viral. Menulis menjadi satu ruang bebas untuk saya menjadi diri sendiri, tanpa mendapat masalah akibat kekurangan fisik yang saya punya, termasuk menjadi "insecure" karenanya.

Inilah yang membuat saya merasa bersyukur. Ilmu itu baru didapat sekarang, jauh setelah semuanya berjalan, bukan saat saya akan atau baru memulai perjalanan di dunia tulis-menulis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN