Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Penulis lepas amatir & Karyawan Swasta

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Saatnya Bangun Tidur, Liverpool!

18 September 2019   08:01 Diperbarui: 18 September 2019   08:24 0 2 2 Mohon Tunggu...
Saatnya Bangun Tidur, Liverpool!
Telegraph.co.uk

Judul di atas adalah pesan tersirat buat Liverpool, menyusul kekalahan 0-2 atas Napoli di laga perdana fase grup Liga Champions musim 2019/2020, Rabu, (18/9, dinihari WIB). Dalam laga ini, sepasang gol telat Dries Mertens dan Fernando Llorente memastikan Si Merah pulang dari Stadion San Paolo dengan tangan hampa.

Jika melihat jalannya pertandingan, sebetulnya duel ini berjalan ketat sejak menit awal. Napoli yang bermain di kandang sendiri langsung berusaha menggempur pertahanan Liverpool.

Hasilnya, mereka mampu membuat gol di menit ke 7 lewat Hirving Lozano. Beruntung, gol pemain asal Meksiko ini dianulir wasit karena sudah lebih dulu terjebak dalam posisi offside.

Liverpool lalu ganti menebar ancaman ke gawang Napoli, lewat kombinasi trisula penyerang andalan Firmino-Mane-Salah. Beruntung lini belakang Napoli yang dikomandani Kalidou Koulibaly (Senegal) tampil solid.

Selain menyajikan transaksi jual-beli serangan, duel ini juga menyajikan aksi-aksi penyelamatan krusial para kiper kedua tim. Di sudut biru langit Napoli, Alex Meret tampil ciamik, begitu juga dengan Adrian di sudut merah Liverpool.

Sayang, laga ketat ini berjalan antiklimaks di menit-menit akhir buat Liverpool. Pelanggaran Andy Robertson terhadap Jose Callejon di kotak terlarang pada menit ke 80 membuahkan penalti yang dieksekusi menjadi gol oleh Dries Mertens.

Gol ini membuat Liverpool panik. Mereka lalu berusaha menyerang pertahanan Napoli untuk mengejar gol penyeimbang. Upaya ini menyisakan celah terbuka di lini belakang Si Merah.

Situasi ini mampu dimanfaatkan Napoli di injury time. Bola back pass ceroboh Virgil Van Dijk mampu dicuri Fernando Llorente untuk kembali menjebol gawang Adrian, sekaligus memastikan kemenangan Napoli.

Jika melihat situasinya, kekalahan ini serasa menjadi sebuah "de ja vu" buat Liverpool dan Jurgen Klopp, karena musim lalu mereka juga takluk di kandang Napoli, akibat kebobolan di menit akhir.

Menariknya, sama seperti musim lalu, Napoli musim ini juga masih ditangani Carlo Ancelotti, pelatih asal Italia yang sarat pengalaman di ajang Liga Champions. Ancelotti seperti sudah paham betul, bagaimana cara meredam keampuhan taktik Klopp di kota Naples.

Meski baru laga perdana, kekalahan ini seharusnya menjadi "alam bangun tidur" yang bagus buat Liverpool. Maklum, sejak menjadi juara Liga Champions musim lalu pada bulan Juni silam, mereka seperti tenggelam dalam euforia kemenangan.

Padahal, mereka seharusnya tahu, setelah turun dari podium juara, mereka bukan lagi juara, tapi juara bertahan. Otomatis, mereka harus bersiap memulai lagi perjalanan dari awal, bukan malah tenggelam dalam kegembiraan berlebih.

Jadi, kekalahan ini memang hasil yang layak didapat Liverpool. Mereka hanya bisa keluar dari situasi kurang baik ini, jika mampu memperbaiki dan meningkatkan performa di laga-laga selanjutnya. Dari sinilah, kita nantinya akan melihat bersama, apakah Liverpool cukup kapabel untuk mempertahankan gelar juara Liga Champions atau tidak.

Ayo bangun, Liverpool!

KONTEN MENARIK LAINNYA
x