Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Saat "Si Merah" (Kembali) Membuat Kejutan

6 Desember 2018   07:42 Diperbarui: 6 Desember 2018   14:30 639 4 2
Saat "Si Merah" (Kembali) Membuat Kejutan
Para pemain Liverpool ketika merayakan gol dalam pertandingan Liverpool vs Burnley pada Kamis (06/12) | Foto: liverpoolfc.com

Kejutan, itulah hal yang saya dapat dari penampilan Liverpool saat menghadapi tuan rumah Burnley, pada Kamis, (6/12,) dalam pekan ke-15 Liga Inggris. Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Turf Moor ini, Liverpool menang 3-1, hasil yang sekaligus mampu membuat mereka (posisi 2 dengan poin 39) menjaga jarak tetap rapat dengan Manchester City (posisi 1 dengan poin 41) yang sehari sebelumnya menang 2-1 di kandang Watford.

Hasil ini juga membuat Liverpool mampu melebarkan jarak dengan Chelsea dan Arsenal yang berada di posisi 4 dan 5. Kebetulan dua tim asal kota London ini sama-sama gagal meraih poin penuh. Chelsea takluk 1-2 di markas Wolverhampton,sementara Arsenal bermain imbang 2-2 melawan Manchester United di Old Trafford. Situasi ini mampu dimanfaatkan Tottenham (nilai 33), untuk menyodok ke posisi tiga berkat kemenangan 3-1 atas Southampton.

Meski sebenarnya sudah banyak diprediksi Burnley masih terjebak di zona merah dan laga ini tetap mampu menyajikan kejutan menarik, khususnya dalam hal komposisi pemain starter dan cadangan serta mental bertanding. Apa saja kejutan itu? Mari kita simak.

Dalam hal komposisi pemain, pelatih Jurgen Klopp membuat kejutan dengan menurunkan trio trisula Sturridge-Origi-Shaqiri di lini depan. Padahal, biasanya posisi trisula lini depan Liverpool selalu ditempati oleh trio Firmino-Mane-Salah. Dalam laga melawan Burnley, Firmino dan Salah menghangatkan bangku cadangan, sementara Mane diistirahatkan Klopp.

Tentunya, selain untuk keperluan penyegaran taktik. Ini adalah bagian dari strategi rotasi pemain ala Klopp untuk mengakali jadwal padat Si Merah. Kebetulan, kondisi Sturridge cukup bugar, dan Origi sedang dalam momentum positif setelah berhasil mencetak gol kemenangan Liverpool ketika Derby Merseyside akhir pekan lalu.

Hasil taktik kejutan Klopp ini terbukti cukup manjur. Sturridge mampu tampil penuh, Origi mampu membuat sebuah assist atas gol James Milner, sementara Shaqiri mampu membuat gol ketiga Liverpool. Hebatnya meski hanya tampil sebagai pemain pengganti, baik Firmino maupun Salah juga mampu berkontribusi. Firmino sukses mencetak gol, sementara Salah mampu membuat sebuah assist atas gol Xherdan Shaqiri.

Kejutan lainnya, saat melawan Burnley, Liverpool mampu menampilkan mental bertanding cukup matang. Dimana, penampilan mereka tak lagi kedodoran saat menghadapi lawan yang kurang diunggulkan. Sebelumnya, mereka kerap kedodoran saat bertemu lawan yang kurang diunggulkan, dan kerap menuai hasil negatif.

Kematangan mental bertanding Liverpool juga terlihat di laga ini. Terbukti, meski sempat tertinggal 1-0 lebih dulu lewat gol Jack Cork di awal babak kedua, Liverpool tidak panik, dan mampu membuat gol-gol balasan sehingga mampu menang 3-1 atas Burnley. 

Dari sini, kita bisa melihat, Liverpool sudah mengalami perubahan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Karena, mereka kini sudah lebih konsisten secara performa, efektif dalam hal taktik, dan lebih tangguh secara mental bertanding.

Menariknya, peningkatan Liverpool musim ini seolah menjadi secercah harapan buat Liga Inggris musim ini, supaya pemandangan membosankan di pacuan gelar musim lalu tak terulang. 

Seperti diketahui, di musim lalu City dan Pep Guardiola begitu digdaya dengan meraih tiga digit poin dan meraih gelar liga beberapa pekan sebelum kompetisi berakhir. Tentunya akan membosankan jika pemandangan serupa terulang lagi musim ini. Meski begitu, Liverpool tetap harus waspada, karena perjalanan mereka masih panjang. Apalagi, lawan mereka adalah tim yang grafik performanya cukup istimewa.

Keep it up, Reds!