Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Penulis lepas amatir & Karyawan Swasta

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kembalinya Liga-liga Eropa

20 Agustus 2017   16:13 Diperbarui: 20 Agustus 2017   16:41 723 3 2 Mohon Tunggu...

Setelah dibukanya musim baru Ligue 1, pada 5-6 Agustus 2017 silam, disusul bergulirnya pekan pembuka EPL, dan Eredivisie musim 2017/2018 akhir pekan lalu, pada akhir pekan ini (19-20 Agustus 2017), giliran Liga Serie A Italia musim 2017/2018 yang memulai perjalanannya, bersamaan dengan dimulainya Bundesliga Jerman, dan La Liga Spanyol musim 2017/2018.

Jika melihat tren dari musim ke musim, dan situasi terkini, pola pacuan gelar di Bundesliga Jerman, Eredivisie Belanda, dan La Liga musim ini, akan seperti yang sudah-sudah. Bundesliga akan kembali bercerita soal kedigdayaan Bayern Munich, yang (lagi-lagi) akan ditantang Borussia Dortmund. Satu-satunya tim nonunggulan, yang benar-benar bisa diharapkan membuat kejutan besar, adalah RB Leipzig, runner-up Bundesliga musim lalu. Karena, materi tim milik Red Bull ini cukup solid.

Di Belanda, pacuan gelar masih akan menempatkan "De Grote Drie" (Tim Tiga Besar), yakni Feyenoord, Ajax, dan PSV Eindhoven, di "pole position" pacuan gelar. Bangkitnya Feyenoord, yang mampu meraih juara liga musim lalu, untuk pertama kali setelah 18 tahun absen, mengembalikan Eredivisie ke pola balapan klasiknya. Dengan besarnya kekuatan tim yang dimiliki ketiganya, praktis peluang tim lain untuk membuat kejutan amat kecil.

Pola balapan yang kurang lebih sama, juga akan terjadi (lagi) di La Liga, dengan Barcelona dan duo Madrid (Real dan Atletico), sebagai pemain utamanya. Diluar ketiganya, hanya Sevilla, Villareal, dan Valencia, yang akan menjadi halangan tersulit. Tapi, dengan masih limbungnya Barca (pasca ditinggal Neymar), dan Atletico (terkena embargo transfer), praktis juara bertahan Real Madrid-lah yang berada di pole position pacuan gelar La Liga musim ini.

Ligue 1? It's still about PSG Vs AS Monaco. Selebihnya adalah soal pacuan menuju posisi 3 besar (kualifikasi Liga Champions), dan zona Europa League, plus menghindari degradasi. Tak bisa dipungkiri, kekuatan AS Monaco, dan PSG masih sulit ditandingi di Prancis. 

Apalagi, PSG juga baru saja memboyong Neymar dari Barcelona, dengan harga 222 juta euro. Sedangkan, meski ditinggal pergi beberapa pilarnya, seperti Tiemoue Bakayoko, dan Bernardo Silva, AS Monaco tetap tak bisa diremehkan. Karena, mereka masih punya Radamel Falcao, dan akademi sepak bola yang terbukti mampu mencetak pemain berkualitas.

Di Italia, persaingan menuju gelar scudetto musim ini tak akan semulus biasanya bagi Juventus. Karena, ada Duo Milan yang sudah berbenah sedemikian rupa, ada juga Napoli, AS Roma, dan Lazio, tim juara Piala Super Italia 2017, yang sama-sama tangguh.

Bicara soal pertarungan, Serie A musim 2017/2018, tidak hanya bicara soal pertarungan antarpemain bintang, dan adu taktik antarpelatih jempolan, tapi juga duel antar "mastermind", alias juru transfer cerdas. Di Juventus, ada Beppe Marotta, yang sudah kenyang gelar. Inter punya Walter Sabatini yang berpengalaman. Milan punya Marco Fassone, pengganti Adriano Galliani, yang sempat sukses di Inter. Di AS Roma, ada Monchi, yang terbukti sangat sukses di Sevilla. Dari kejelian transfer merekalah, nasib tim akan ditentukan. Boleh jadi, persaingan Serie A musim 2017/2018, akan jadi yang terketat, dalam beberapa musim terakhir.

Selamat datang kembali, liga-liga Eropa!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x