Mohon tunggu...
Yosh Widyawan
Yosh Widyawan Mohon Tunggu...

☕Nikmati rasa, kata dan makna📝

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Terserah, Pasrah atau Berserah?

23 Mei 2020   10:50 Diperbarui: 23 Mei 2020   10:40 48 12 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terserah, Pasrah atau Berserah?
Ilustrasi: www.pixabay.com

Masih saja mengganjal di pikiran, tentang keriuhan " Indonesia Terserah". Dari ungkapan-ungkapan #IndonesiaTerserah yang bertebaran di media sosial hingga banyak pembahasan melaui opini, termasuk di Kompasiana.

Jadi teringat cerita Istri tentang temannya yang kebetulan seorang perawat. Pernah ber"curhat" di awal-awal mulai adanya pandemi. Seorang dokter spesialis saja, bisa terkena wabah Corona. Mereka lebih ahli dan berusaha berhati-hati tapi masih ada kemungkinan terkena. Apalagi bagi orang awam yang kurang berhati-hati, bahkan tidak peduli.

Dari obrolan dengan Istri, jadi membayangkan bagaimana jika kami ada di posisi seperti mereka para dokter, perawat dan para tenaga medis. Betapa mereka dalam situasi dan keadaan yang benar-benar kurang nyaman. Ada kekhawatiran akan keselamatan diri sendiri dan keluarganya. Sampai saya tuliskan dalam puisi, disini.

Dari media sosial sudah banyak ajakan untuk berhati-hati, terutama dari para tenaga medis. Dari himbauan untuk tetap di rumah, sampai dengan ungkapan memohon seperti, "Kalian di Rumah Aja, Biar Kami Yang Bekerja!" hingga puncaknya ungkapan pasrah, "Indonesia, terserah!"

Dalam kenyataan memang, masih ada kerumunan di berbagai tempat. Bukannya berkurang , justru semakin banyak orang berkumpul dengan berbagai macam alasan. Hal ini pun dibarengi dengan peningkatan jumlah orang yang terdampak positif Corona.

Teringat juga seorang Teman pernah berkata, "kita tidak bisa memaksakan orang lain seperti kita, manusia itu unik". Mungkin ungkapan ini bisa ditambah lagi, "lebih baik memahami, daripada dipahami". Ya, sudahlah... :)

Kata " terserah" yang sering diungkapkan akhir-akhir ini, mungkin bermakna memberikan kebebasan kepada orang lain. Atau bisa juga sudah tidak mau tahu lagi dengan urusan orang lain.

Sepertinya semua orang sudah banyak yang memahami situasi pandemi dan bahaya-bahayanya. Keadaan tertentu atau kebutuhan mendesak bisa jadi yang membuat seseorang terpaksa bertindak berhadapan dengan bahaya.

Mungkin akan berada dalam situasi berat juga jika seseorang hanya bersikap pasrah. Dari yang diminta dan yang meminta orang tetap dirumah, serba susah. Semua, gara-gara wabah lah..

Makna kata "pasrah" cenderung berkonotasi negatif. Bisa berarti tidak berbuat apa-apa, menyerah, pesimis atau berpikiran negatif hingga tidak punya pengharapan lagi.

Sepertinya perlu kata "berserah" untuk menyikapi semua keadaan ini, yang mungkin memberi dorongan semangat tetap bertahan dan berjuang. Berserah, pastinya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Percaya dan menyerahkan diri pada rencana serta bimbingan Tuhan. Optimis, berpikir positif dan tidak menyerah dengan mengandalkan Tuhan menghadapi apapun persoalan hidup.

Semoga wabah segera berlalu dan semuanya sehat selalu. Salam hangat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x