Mohon tunggu...
Yosep Efendi
Yosep Efendi Mohon Tunggu... Dosen - Penikmat Otomotif

Selalu berusaha menjadi murid yang "baik" [@yosepefendi1] [www.otonasional.com]

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

ICD Jogja, Seru dan Menyalakan Semangat Komunitas

15 Mei 2017   15:16 Diperbarui: 16 Mei 2017   19:44 784
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Panggung Utama ICD Jogja di Plaza Ngasem | foto dok. pribadi

Gelaran Indonesia Community Day  (ICD) 2017 di Jogja sudah berakhir. Namun, keseruan dan makna pertemuan komunitas Nasional pada Sabtu (13/5) lalu masih terasa hingga kini. Meskipun saya hanya bisa hadir pada pukul 13.30 hingga 21.30, karena paginya harus “ngantor” dulu, namun banyak kesan yang saya peroleh. Yang rasanya sayang kalau hanya disimpan dalam hati. Baiknya saya tulis dan sebar.

Selamat dan Terima Kasih untuk Kompasiana

Pertama, selamat untuk Kompasiana, seluruh tim penyelenggara dan sponsor yang sukses menggelar ICD Jogja. Sukses mendatangkan komunitas dari berbagai daerah. Sukses “mendatangkan” teman-teman Kompasianer Palembang (KOMPAL), seperti Bang Dues Arbain, Dokter Posma, Bu Elly Suryani dan lainnya. Yang tak kalah penting adalah pempek bawaan Mereka,hehehe. Lumayan untuk mengobati rindu saya pada kampung halaman. Mokasih Bu Elly dan kanco-kanco Kompal lainnyo.

Kompasiana juga sukses “menarik” Mbak Wily Wijaya yang datang dari Medan. Meskipun katanya Beliau sekalian ada acara di Solo, namun niat untuk menghadiri ICD Jogja layak mendapat apresiasi. Ide memboyong Kompasiner Jakarta dan sekitarnya dalam satu bus, terbukti ampuh meramaikan ICD Jogja. Terutama rombongan KPK dan Koplak Yo Band dari Jakarta, yang berhasil menggaet “Koplakers” lokal.

Bahkan, Om Nanang Diyanto rela menembus dinginnya udara subuh, dengan berkendara sepeda motor dari Ponorogo ke Jogja hanya untuk menghadiri ICD. Beliau tampaknya tak ingin ketinggalan keseruan berkumpul dengan anggota komunitas Planet Kenthir lainnya, seperti Bu Marla Suryani, Mbak Selsa, Pak Dokter Posma, Pak Guru Bain Saptaman dan lainnya. Koplak Yo Band dan Planet Kenthir gabung, yo mesti rame! hakakaka….

Event ICD Jogja adalah event Kompasiana terbesar yang pertama kali saya ikuti. Saya pribadi mengucapkan terimakasih pada Kompasiana dan panitia lain berhasil telah memberikan wadah untuk bertemu dengan kompasianer. Sebuah kebahagiaan bisa bertemu langsung dengan Kompasianer, yang sebelumnya hanya berinteraksi lewat Kompasiana dan media sosial. Bertemu dengan Bang Dues Arbain, penulis sastra yang telah melahirkan banyak buku. Saya baru tau, ternyata, kami berasal dari kecamatan yang sama di Sumatera Selatan. Juga bertemu langsung dengan Kompasianer kocak, Pak Bain Saptaman, yang juga Wong Kito Galo.

Bincang dengan pak Bain, The King,Om Nanang, dll | dok. Mbak Wahyu Prihastuti
Bincang dengan pak Bain, The King,Om Nanang, dll | dok. Mbak Wahyu Prihastuti
Saya berkesempatan ngobrol dengan Bang Zulfikar Akbar, serta mendapat ilmu menulis cepat dan pendek dari Beliau. Melalui wawacanda oleh Mbak Yayat di booth K-Jog, akhirnya saya tau bahwa Nyonya Vale tersebut tak kalah gesit dengan sepeda motor YZR-M1 milik Valentino Rossi. Suaranya tak kalah ramai dengan suara saat balapan Moto-GP, hakakakaa… Bertemu dengan banyak kompasianer adalah kesempatan yang sangat berharga. Terimakasih Kompasiana,

Keseruan Menghidupkan Benda Mati Bareng Papermoon Puppet Theatre

Tak hanya Koplak Yo Band dan Planet Kenthir“memecahkan” suasana ICD Sabtu kemarin. Di panggung utama Plaza Ngasem, Papermoon Puppet Theatre berhasil menarik perhatian pengunjung dengan teknik “menghidupkan” kertas.

Papermoon Puppet Theater beraksi di panggung utama ICD Jogja | foto dok. pribadi
Papermoon Puppet Theater beraksi di panggung utama ICD Jogja | foto dok. pribadi
Kertas adalah benda mati yang kerap digunakan sebagai latas tulisan. Namun, melalui tangan kreatif dan ide imajinatif dari Papermoon Puppet Theater, kertas bisa “hidup” dan “menghidupkan”. Hidup berkat sentuhan karakter pada kertas tersebut, misalnya karakter manusia, hewan atau tumbuhan. Karakter yang Papermoon Puppet Theatre berikan pada kertas tersebut, nyatanya bisa menghidupkan suasana panggung utama ICD Jogja ini. Puluhan pengunjung tampak gembira menyaksikan kertas-kertas yanghidup dengna karakter beragam.

Puluhan Pengunjung Memperhatian Keseruan Menghidupkan Mainan Kertas | foto dok. pribadi
Puluhan Pengunjung Memperhatian Keseruan Menghidupkan Mainan Kertas | foto dok. pribadi
Satu pelajaran berharga yang bisa saya petik dari pertunjukkan Papermoon Puppet Theatre ini adalah segala sesuatu memiliki daya tarik dan “kehidupannya” masing-masing. Selembar kertas pun jika dibentuk dengan kreativitas dan imajinasi, akan menjadi sesuatu yang hidup dan menarik untuk ditampilkan. Jika ingin kehidupan ini menjadi lebih hidup, maka hidupkanlah lingkungan sekitar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun