Muhammad Yusuf Ismail Ar Rasyidi
Muhammad Yusuf Ismail Ar Rasyidi Guru

Menulis itu ibarat makanan yang terserap dalam tubuh dan menjadi energi yang dahsyat dalam bertindak, Jangan ragu-ragu untuk memberikan yang terbaik untuk sesama karena itu semua akan tercatat "dibuku besar kehidupan" Fb : Muhammad Yusuf Ismail Ar-Rasyidi Tweeter : @ismayusuf Email : Ismailyusuf8@gmail.com "Salam Damai Untuk Bangsaku"

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Wirausaha Membangun Ekonomi Bangsa yang Terpuruk

13 Oktober 2017   14:53 Diperbarui: 14 Oktober 2017   03:01 253 0 0

Hari ini anak-anak Indonesia jika kita bertanya cita-citanya mau menjadi apa disaat mereka dewasa, maka jawabannya adalah tidak terlepas dari sekitar, Saya ingin jadi polisi, pilot, tentara, pegawai negeri, camat, ataupun bupati. Kita tentu mengetahui bahwa beberapa katagori kerja tersebut tidak terlepas dari digaji oleh pemerintah dan uang yang ada pada pemerintah itu datangnya dari pajak yang dikumpulkan oleh rakyat. 

Bisa kita bayangkan bila itu jawaban dari anak-anak kita pada hari. Sungguh suatu saat nanti pemerintah akan membayar mahal  hasil jawaban anak-anak Indonesia pada hari ini. Maka kita kita sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap generasi bangsa dimasa depan serta menciptakan Ballanceantara bekerja di pemerintah dan menjadi wirausaha.

Menjadi wirausaha mungkin saja itu di anggap culun oleh generasi bangsa saat ini, sehingga malu menanamkan cita-cita tersebut diantara gemuruh riuh menjadi pegawai, yang baju sehari-hari necis, pakai dasi serta sepatu mengkilap. Walaupun sebenarnya menjadi menjadi wirausaha peluang Incomelebih banyak dibandingkan dengan menjadi pegawai pemerintah yang gaji serta tunjangannya sudah diukur oleh meteran pemerintah.

Permasalahan sosial pada hari ini, walaupun pemerintah sudah menjalankan program yang begitu sempitnya untuk melakukan pelicinan dalam penerimaan pegawai negeri namun tetap saja ada yang didapati kasus-kasus yang membelalakkan mata hati. Penyogokan, pelicinan, fullus, Flasdisk bergiga, bahkan Qurban dan lain-lain. Itu adalah istilah yang digunakan oleh penyakit masyarakat pada saat ini, lebih bejat dari pelacuran, jika pelacuran hanya dua orang jadi korban akan tetapi pelacuran jabatan, berarti melacurkan kepercayaan rakyat pada pemimpin, melacurkan kesempatan orang yang lebih mampu mengemban amanah tersebut, Sehingga akan terjadi kesenjangan dan kekacauan dalam masyarakat.

Menjadi wirausaha usaha itu lebih menggiurkan dibandingkan menjadi PNS, disana pintu-pintu rezeki terbuka lebar dari mana saja bagi siapa saja yang mau melakoninya, lihat sebagai tauladan manusia yang ada dalam salah satu dari 100 tokoh yang paling berpengaruh didunia Yaitu Nabi Muhammad, Apa yang dilakukan beliau ketika permulaan membangun pondasi Agama Islam yang di wahyukan Tuhan, beliau rela memperdagangkan barang dagangan Khadijah kenegeri Syam, hanya untuk menjadi wirausaha yang handal dan mumpuni.

setidaknya itu menjadi pembelajaran yang paripurna  kepada kita saat ini betapa dalam membangun agamapun wirausaha itu nomor satu, apalagi dalam membangun bangsa dari Sabang Sampai Marauke yang jauhnya hanya beberapa ribu kilometer. Sudah barang tentu bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

Ayo ikuti Danamon Interpreneur Award 2017 tersebut, dengan mengisi formulir Nominasi di www.danamonawards.org. Segera menominasikan Teman anda  atau mengajukan diri  untuk mendaftar sebagai peserta Danamon Entrepreneur Awards 2017. Caranya sangat mudah, mulai tanggal 22 September 2017 -- 20 Oktober 2017. Masyarakat banyak juga dapat turut berperan penting dalam menentukan peraih favorit DEA 2017 melalui voting di website dan social media Facebook , Bank Danamon dan twitter @danamon pada tanggal 19 November 2017 -- 5 Desember 2017. Puncak kegiatan ini adalah Penganugerahan Danamon Entrepreneur Awards 2017 yang rencananya akan diadakan pada tanggal 6 Desember 2017 di Jakarta. 

Informasi lengkap mengen, akun Facebook Danamon dan twitter @danamon.