Mohon tunggu...
Yosef MLHello
Yosef MLHello Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Dosen Tidak Tetap pada STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Menulis adalah upaya untuk meninggalkan jejak. Tanpa menulis kita kehilangan jejak

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Berani Mengambil Keputusan Berguru Pada Pengalaman

11 Agustus 2022   12:03 Diperbarui: 11 Agustus 2022   12:13 152 9 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pengambilan keputusan: berani ambil resiko (sumber: merdeka.com)

Kata orang bijak, keputusan yang tepat sering merupakan sumber sukses. Sebab membuat keputusan adalah suatu pekerjaan kreatif. Sebaliknya suatu keputusan yang keliru sering diambil hanya karena kita terpesona oleh rupa lahiriah yang menarik. 

Untuk mengambil suatu keputusan yang tepat, kita butuh waktu yang tepat juga. Tetapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana seharusnya kita membuat suatu keputusan yang tepat itu?

Menurut Abba Tresnanto dalam buku 'Keputusan' dengan editor: Lukas Batmomolin, 2003, ada tujuh hal penting yang harus menjadi bahan pertimbangan bagi seseorang untuk mengambil keputusan yang tepat. Dari ketujuh hal itu, saya ingin mengajak pembaca untuk semakin mendalaminya hingga membantu kita mengambil keputusan yang tepat menyangkut hidup. Ketujuh hal itu adalah sebagai berikut, yakni:

1.  Ketenangan

Syarat utama yang dibutuhkan dalam membuat keputusan yang tepat adalah ketenangan. Sebab semua orang tahu bahwa dalam keadaan gugup dan bingung, seseorang sulit untuk membuat keputusan yang tepat. Ketenangan menjadi unsur yang penting dan itu bisa saja menjadi bakat bawaan seseorang.  Ada orang yang mempunyai pembawaan yang tenang dan tidak gampang terpengaruh pada keadaan sekitar. Namun ada juga ketenangan yang dapat diperoleh karena banyaknya pengalaman dan luasnya pengetahuan seseorang. Maka dapat dikatakan bahwa ketenangan itu bisa dilatih atau dipelajari karena itu butuh waktu. 

Ketika kita berbicara tentang ketenangan, sebenarnya yang dimaksudkan adalah kemampuan seseorang untuk menguasai diri sehingga ia tidak terpancing oleh emosi yang menggebu-gebu ketika menghadapi suatu masalah atau persoalan.

2.  Ketahui Masalahnya

Dalam ujian, seringkali anak-anak dipersalahkan karena salah jawab. Pada hal, kekeliruan mungkin ada pada gurunya yang memberi pertanyaan yang salah. Dengan kata lain, untuk memberi jawaban yang benar, pertanyaannya sendiri harus dipelajari dahulu dengan baik. Maka dalam mengambil keputusan pun harus jelas dahulu untuk apa keputusan dibuat. Apakah keputusan itu harus dibuat segera, atau bisa ditunda, apakah perlu meminta bantuan orang lain atau tidak?

3.  Berani maju terus

Christofer Colombus tidak akan menemukan benua Amerika, jika ia tinggal tetap saja di negerinya Spanyol. Orang perlu mencoba sesuatu. Sebab hanya orang yang berani mencoba akan menemukan hal-hal yang baru. Kita tidak mungkin maju, jika kita hanya puas dengan yang ada saja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan