Mohon tunggu...
Yosef MLHello
Yosef MLHello Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Dosen Tidak Tetap pada STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Menulis adalah upaya untuk meninggalkan jejak. Tanpa menulis kita kehilangan jejak

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

5 Alasan Mengapa Ikut Menulis di Kompasiana

6 Januari 2022   21:24 Diperbarui: 8 Januari 2022   10:56 240 26 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Menulis di Kompasiana itu gampang-gampang sulit. Mengapa dikatakan gampang, karena seseorang menulis sesuai dengan apa yang dimauinya sendiri. Artinya menulis mandiri: sendiri menentukan temanya. Mengapa dikatakan juga sulit? Karena penulis sulit menilai sendiri tulisannya apakah layak atau tidak? Sulit juga karena harus menyesuaikan dengan pilihan topik yang ditawarkan Kompasiana.

Sekurang-kurangnya ada lima alasan mengapa saya ikut menulis di Kompasiana.

Pertama: Keinginan yang kuat untuk belajar

Pada awalnya saya penasaran, ingin tahu saja bagaimana tulisan kita bisa ditampilkan di Kompasiana. Sebagai seorang penulis pemula, saya selalu mau belajar untuk menulis, terutama dari para penulis senior. Saya telah mengikuti kursus jurnalistik meskipun saya bukan seorang jurnalis. Ya sesekali baru bisa mengirimkan tulisan atau liputan berita ke beberapa majalah berita seperti Educare, Kana, Ekawarta dan Berkat. 

Saya juga telah menerbitkan beberapa buku. Tapi lagi-lagi sebagai seorang penulis pemula, saya merasa belum cukup dengan pengalaman-pengalaman itu. Maka ketika menemukan link untuk bisa menulis di Kompasiana, saya berusaha menangkap peluang ini, lagi-lagi dengan maksud untuk belajar. Karena itu, sesuai catatan, saya mulai bergabung di Kompasiana pada tanggal 17 Januari 2021. 

Hampir genap setahun usia saya bersama Kompasiana. Memang belum apa-apa, tapi setidak-tidaknya alasan pertama sudah terpenuhi. Saya bisa belajar dari banyak penulis dengan berbagai tulisan yang luar biasa dibandingkan dengan tulisan saya.

Kedua: Memiliki banyak teman

 Siapa yang tidak senang bila memiliki banyak teman? Apalagi bukan teman asal teman, tetapi teman-teman yang luar biasa. Apalagi pada zaman seperti sekarang ini, memiliki teman itu susahnya bukan main. Karena masing-masing oirang sibuk dengan dirinya sendiri. Teman dekat saja dirasa jauh, apalagi teman yang jauh? Ternyata sebaliknya. Justru melalui Kompasiana, teman yang jauh menjadi dekat. Senangnya bukan main, ketika tulisanku mendapat rating dari seseorang yang saya sendiri tidak mengenalnya. 

Ketika membaca profilnya, baru saya kaget ternyata penulisnya seorang Doktor atau Peneliti yang sebenarnya bukan letingnya saya. Tapi itu justru terjadi berkat menulis di Kompasiana. 

Jadi terima kasih Kompasiana, meskipun saat ini saya baru memiliki point 1.100 yaitu Kompasiana Yunior. tapi saya percaya, begitu melangkah ke jenjang berikut, temanku pasti bertambah lagi.

Ketiga: Tulisan makin berbobot

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan