Mohon tunggu...
Yosef MLHello
Yosef MLHello Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Dosen Tidak Tetap pada STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Menulis adalah upaya untuk meninggalkan jejak. Tanpa menulis kita kehilangan jejak

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Kembali WFO ke Rutinitas Semula

11 November 2021   12:09 Diperbarui: 11 November 2021   12:22 71 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus kembali ke rutinitas semula. Walaupun selama masa pandemi, kita telah mendapatkan  sebuah New normal and  new life, cara kerja seperti di kantor, di perusahaan  seperti biasa memang harus kembali kita jalani. Bagi banyak orang, untuk kembali WFO mungkin perlu penyesuaian baru lagi karena sudah hampir setahun menjalani kebiasaan baru, yang malah lebih baik.

Bagi banyak orang, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Bekasi, Surabaya dan lain-lain, kembali WFO rupanya perlu banyak penyesuaian kembali  seperti biaya yang akan kembali membengkak karena transportasi dan lain-lain. Penyesuaian waktu berangkat dan kembali. Kemacetan dan lain-lain.

Banyak hal yang tentu saja harus dibenahi. Hal ini membutuhkan  penyesuaian yang bukan saja secara fisik tetapi terutama mental, karena bisa saja mengganggu rutinitas baru yang sudah dijalani selama masa pandemi. Hal-hal yang bisa saja berubah ketika kita hendak kembali Work From Office (WFO) yakni:

Pertama, Jiwa WFO. Meskipun hanya hampir dua tahun kita berada dalam situasi pandemi Covid-19, namun secara masif telah merubah gaya dan pola hidup kita. Pada hal kebiasaan atau tradisi bekerja di kantor sudah lebih lama daripada New normal. Hal yang bisa saja dikatakan singkat, tetapi sangat mempengaruhi kehidupan kita, membutuhkan waktu dan proses untuk kembali.

Kedua, Kehidupan ekonomi. Selama masa pandemi kita bekerja dari rumah (WFH). Boleh jadi secara ekonomi kita telah mengalami perubahan secara signifikan karena banyak hal tidak tercover, misalnya dana untuk transportasi berkurang. Berbelanja ke mall berkurang karena pembatasan-pembatasan. 

Demikian banyak acara kekeluargaan dikurangi, maka dengan sendirinya pengeluaran untuk itu nihil. Nah, sekarang ketika kita kembali ke WFO, kita harus kembalikan semua yang hampir sudah dihapus dari kebiasaan lama itu. Betapa susahnya!

Menurut saya kedua hal di atas sangat berpengaruh. Untuk itu membutuhkan suatu proses yang lama untuk bisa normal lagi. Seperti Antony Gidens yang dalam ulasannya mengenai globalisasi mengatakan bahwa kehidupan global itu mengalir dan tidak bisa ditahan atau dibendung.

Ia mencontohkannya dengan meluncurnya sebuah Jaggernaut atau kendaraan raksasa di jalan Tol yang bahkan ditambahkan, ia berjalan tanpa rem. Siapa gerangan yang bisa menghalangnya. Bahkan sebagai umat beragama, kita pun hanya berdoa supaya jangan tergilas oleh jaggernaut itu. 

Dengan kembali WFO, kehidupan lama yang telah dibaharui mulai bersemi kembali. Ibarat Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK). Kita harus bertemu kembali seperti biasa dengan teman sekantor bahkan seruangan lagi. Bisa seruh bisa juga tidak! Kita harus menata lagi keuangan kita untuk berbagai hal: transportasi, makan siang, rekreasi, dan lain-lain. 

Tapi... Mau bagaimana? Kita harus siap untuk mulai. Kita tidak bisa menunggu lama lagi. Rutinitas setiap hari harus ke kantor, kita mulai lagi. Ayo, mari kita kembali bekerja di kantor seperti semula. Sebab sebaik-baiknya bekerja dari rumah, alangkah lebih baik kita mulai bekerja dari kantor. Salam WFO!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan