Mohon tunggu...
Yosef MLHello
Yosef MLHello Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Dosen Tidak Tetap pada STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Menulis adalah upaya untuk meninggalkan jejak. Tanpa menulis kita kehilangan jejak

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Cara-Cara Praktis Mendukung Net-Zero Emissions (NZE)

23 Oktober 2021   11:00 Diperbarui: 23 Oktober 2021   11:06 80 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bumi kita sebagai Rumah Bersama kini tak bersahabat lagi.  Hal ini disebabkan oleh berbagai emisi atau gas yang berkarbon tinggi. Maka tepat sekali bila Pemerintah Indonesia menargetkan mencapai Net-Zero Emissions paling lambat  tahun 2060, dengan menerapkan berbagai kebijakan pembangunan rendah karbon diberbagai sektor, terutama sektor energi, seperti penurunan intensitas energi (Efisiensi Energi), pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterei (KBLBB).

Memang benar bahwa untuk mencapai target NZE itu ada berbagai tantangan dan resiko karena banyak faktor yang memengaruhinya. Untuk mencapai Net-Zero Emissions membutuhkan pembiayaan yang tinggi (high cost). Harus diikuti dengan pemanfaatan  teknologi yang mutakhir  (high tecnology) tetapi yang ramah lingkungan. Selain itu, suatu tantangan yang tidak kalah besarnya adalah sejauhmana Sumber Daya Manusia kita sudah mumpuni? Lalu tantangan lain yang harus juga diperhitungkan adalah kesadaran masyarakat kita untuk bertransisi ke produk-produk yang ramah lingkungan. 

Berhadapan dengan tuntutan NZE itu, sebagai penghuni bumi kita harus secara serius menanggapi dan mendukungnya 100%. Dalam Ensiklik "Laudato Si", Paus Fransiskus menegaskan tentang ibu bumi sebagai rumah bersama. Berbagai kajian dan diskusi terhadap ensiklik ini oleh para tokoh agama dari berbagai latar belakang, Katolik dan non Katolik, pada akhirnya  mengerucut pada pertobatan ekologis sebagaimana tertuang dalam ensiklik tersebut.  Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk berbuat sesuatu untuk ibu bumi kita. Pertobatan ekologis adalah sebuah upaya menyiratkan berbagai sikap bersama demi menumbuhkan semangat perlindungan yang murah hati dan penuh kelembutan terhadap semesta dan berusaha mengembalikan bumi sebagai anugerah Allah kepada manusia sesuai fungsinya.

Selama masa pandemi Covid-19, banyak sudah kegiatan-kegiatan akibat Work From Home (WFH) yang dilakukan masyarakat, seperti mulai menanam pohon dan tumbuhan hijau lainnya di sekitar rumah sehingga selain menambah asri suasana sekitar rumah, juga mengurangi emisi gas akibat polusi udara. 

Salah satu tantangan NZE sebagaimana telah disebutkan di atas yakni kesadaran masyarakat untuk bertransisi ke produk-produk ramah lingkungan. Sudah lama masyarakat kita hidup dalam kontaminasi berbagai produk kimia. Bahan makanan, minuman, pakaian dan berbagai assesoris yang dipakai manusia tidak bebas dari bahan kimia. Produk-produk tersebut telah menina-bobhkan manusia sehingga bisa saja manusia sulit untuk melepaskan diri dari pengaruh produk-produk itu. Ini membutuhkan proses kesadaran yang baru.

Menurut saya diperlukan cara-cara praktis untuk mendukung upaya Net-Zero Emissions ini. Seperti yang dikatakan  almarhumah Mother Teresa dari Calcuta, "mulailah dari hal-hal yang kecil dan sederhana dan mulailah dari diri sendiri!" Untuk itu saatnya bagi kita untuk melakukan kampanye kesadaran baru bertransisi ke produk-produk ramah lingkungan. Ini memang tidak gampang, tetapi harus terus diperjuangkan, seperti kampanye bebas plastik. Berikut ulasan cara-cara praktis untuk mendukung Net-Zero Emissions: 

1.  Produksi dan konsumsi sayuran dan buah organik.

Sebagai orang yang tinggal bersama para petani, saya menyaksikan banyak rekayasa pertanian yang sarat bahan kimia. Sayur-sayuran dan buah yang dijual di pasar-pasar tradisional adalah produk pertanian yang terlalu "dipaksakan" dengan bahan kimia. Karena itu untuk mendukung NZE, kampanye ini yang harus didahulukan. Sudah saatnya kita menggunakan pupuk organik sehingga menghasilkan produk pertanian yang sehat dan ramah lingkungan. Demikian pun para konsumen harus memilih mengonsumsi saja hasil pertanian organik karena lebih sehat.

2. Mengganti kantong plastik dengan tas belanja kain ramah lingkungan

"Setiap kali ke pasar, saya selalu membawa tas ramah lingkungan, sehingga apabila penjual menawarkan kantong plastik, saya menolaknya secara halus bahwa saya tidak butuh kantong". Seandainya semua orang mulai mempraktekkan ini, maka bumi lama kelamaan bebas dari polusi plastik.

3.  Memakai Tissue dari Kertas Daur Ulang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan