Mohon tunggu...
Yon Bayu
Yon Bayu Mohon Tunggu... memaknai peristiwa dari sudut pandang berbeda | menolak kampanye kebencian atas nama agama

memaknai peristiwa dari sudut pandang berbeda | menolak kampanye kebencian atas nama agama

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mengapa Meragukan "Niat" Penusuk Wiranto?

11 Oktober 2019   10:51 Diperbarui: 11 Oktober 2019   21:12 0 16 7 Mohon Tunggu...
Mengapa Meragukan "Niat" Penusuk Wiranto?
Menko Polhukam Wiranto sempat membungkuk seperti menahan sakit uai diserang SA. Foto: KOMPAS.com/Antara/Dok. Polres Pandeglang

Menko Polhukam Wiranto ditusuk oleh Syahrial Alamsyah alias Abu Rara saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten, kemarin sekitar pukul 11.50 WIB.  Akibatnya, Wiranto dikabarkan menderita dua luka tusuk dan sempat menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto Jakata.

Kapolsek Menes Kompol Daryanto juga menjadi korban setelah pada saat bersamaan diserang oleh Fitri, istri Abu Rara.  Pelaku diduga terpapar paham radikal. Polisi tengah mendalami kaitan pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)

Usai menjenguk Wiranto di rumah sakit, Presiden Joko Widodo langsung memberi perintah kepada Kapolri, Kepala BIN dengan dibantu TNI untuk menindak tegas pelaku dan jaringan yang terafiliasi.

Peristiwa penusukan yang dialami Wiranto sangat nyata. Masyarakat dapat mengikuti perkembangannya dari menit ke menit dan bahkan bisa "menyaksikan" secara langsung dari video yang beredar.

Tidak ada rekayasa. Tetapi mengapa ada sebagian unggahan di media sosial yang bernada sinis, meragukan, bahkan sama sekali tidak percaya? Sebagai contoh adalah cuitan Jerinx di Twitter: "Kalau niatnya emang membunuh kenapa pisaunya kecil ya".

Jerinx sepertinya meragukan niat pelaku. Dari kalimatnya dapat disimpulkan beberapa kemungkinan. Pertama, Jerinx tidak yakin pelaku memiliki niat untuk membunuh. Kedua, pelaku memiliki motif lain, bukan membunuh.

Jangan ditanya komentar dari beberapa nitizen yang selama ini kontra pemerintah. Mereka begitu liar menuding  ada "sandiwara" di balik peristiwa tersebut.

Mengapa masih ada masyarakat yang tidak mempercayai sebuah peristiwa percobaan pembunuhan terhadap pejabat tinggi yang terjadi di depan publik dan sudah dikonfirmasi secara langsung oleh Presiden?

Kondisi demikian sangat memprihatinkan.  Jika disebut mereka yang tidak percaya sebagai pembenci Jokowi, rasanya kurang tepat juga. Terlalu menyederhanakan masalah seolah jika tidak bersama berarti pembenci Jokowi.

Tanpa mengurangi keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa Wiranto, ada beberapa hal yang mungkin dapat dijadikan pintu masuk untuk mengetahui sikap masyarakat.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x