Mohon tunggu...
Yonathan Christanto
Yonathan Christanto Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Movie Enthusiast | Music Lover | Kompasiana Awards 2018 Nominee for Best in Specific Interest Category

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Melepas Spider-Man dari Dekapan Jagat Adisatria Marvel

21 Agustus 2019   17:14 Diperbarui: 28 September 2019   00:09 0 21 8 Mohon Tunggu...
Melepas Spider-Man dari Dekapan Jagat Adisatria Marvel
Sumber Ilustrasi: Denofgeek.com

Coba kita tarik lagi ingatan dari belasan tahun yang lalu atau lebih tepatnya di tahun 2002. Kala itu jagoan super dengan kekuatan laba-labanya berhasil menyihir jutaan orang di seluruh dunia termasuk Indonesia, sekaligus menjadi penanda akan kebangkitan film superhero modern.

Sony yang memiliki akses eksklusif atas hak properti intelektual (IP Rights) Spider-Man dan segala yang ada di dalam semestanya, lantas memulai debutnya dengan merilis film berjudul Spider-Man yang digarap oleh Sam Raimi. 

Film yang kemudian meledak di pasaran tersebut pada akhirnya juga melekatkan nama Tobey Maguire dan Kirsten Dunst sebagai sepasang love interest dalam peran mereka sebagai Peter Parker dan Mary Jane.

Syfy.com
Syfy.com
3 film kemudian rilis hingga tahun 2007 dari total 4 atau 5 film yang direncanakan sebagai saga oleh Sam Raimi, lantas semakin membuat karakter Spider-Man kembali dicintai dan selalu dinanti kehadiran film barunya. 

Namun alih-alih melanjutkan ceritanya ke Spider-Man 4, Sony justru memilih untuk me-reboot franchise ini di tahun 2012 lewat The Amazing Spider-Man dengan menggandeng sutradara Marc Webb serta duet Andrew Garfield dan Emma Stone.

Trilogi yang pada awalnya konon telah direncanakan pun pada akhirnya kembali harus kandas, meninggalkan misteri kisah cinta Peter Parker pasca ditinggal Gwen sekaligus adegan penutup The Amazing Spider-Man 2 yang menggantung itu. Fans pun kembali dikecewakan karena berarti harus kembali siap menerima Peter Parker yang baru, sekaligus kemungkinan reboot lainnya yang menjemukan.

Variety.com
Variety.com
Namun disinilah Marvel Studios mencoba mengambil celah. Marvel Studios yang juga telah tumbuh menjadi raksasa berkat kesuksesannya merilis Iron Man di tahun 2008 sekaligus jagoan lainnya dalam semesta Marvel di tahun-tahun berikutnya, lantas merasakan ada yang kurang terkait absennya si remaja laba-laba dari keanggotaan Avengers. 

Maklum saja, karena IP Rights Spider-Man sendiri memang sudah lama dimiliki Sony pasca penjualan secara "ketengan" IP rights Marvel medio 90-an, yang kabarnya untuk menghindari kebrangkutan pasca berakhirnya era keemasan komik.

Maka Kevin Feige pun tak habis akal yaitu dengan melakukan pembicaraan dengan Sony seputar kemungkinan "peminjaman" karakter Spidey untuk MCU. Peminjaman IP Rights yang pada akhirnya juga memiliki banyak keterbatasan termasuk sebutan-sebutan khas dalam semesta Spider-Man yang tak boleh muncul dalam MCU. Contoh paling mudah adalah sebutan Spider Sense yang lantas diganti dengan Peter Tingle di Spider-Man: Far From Home.

Diagram Pemilik Intelektual Properti Karakter Marvel (sumber: Polygon.com)
Diagram Pemilik Intelektual Properti Karakter Marvel (sumber: Polygon.com)
Kesepakatan itu pun kemudian membuat Tom Holland selaku Peter Parker baru memiliki kontrak untuk tampil di beberapa film gabungan adisatria MCU beserta dengan 4 film solo Spider-Man lainnya, yang 2 diantaranya sudah rilis bahkan memecahkan rekor pendapatan sepanjang masa Sony Pictures lewat Spider-Man: Far From Home yang mendapatkan pundi-pundi sebesar 1,1 Milyar USD(dikutip dari boxofficemojo.com)

Namun hari ini sebuah berita mengejutkan kemudian muncul dari ragam laman berita & hiburan semisal Indiewire dan Variety, untuk kemudian menyatakan bahwa Spider-Man keluar dari MCU.  Berita yang pada akhirnya juga dilengkapi lewat konfirmasi resmi dari laman twitter Sony Pictures.

Tangkapan layar konfirmasi Sony Pictures (twitter.com/SonyPictures)
Tangkapan layar konfirmasi Sony Pictures (twitter.com/SonyPictures)
Adalah kendala pada pembicaraan kontrak dan pembagian keuntungan antara Disney-Marvel Studios dengan Sony Pictures terkait film si manusia laba-laba itulah yang ditengarai menjadi akar dari segala konflik yang terjadi. 

Sederhananya, Sony merasa aturan kontrak dan pembagian keuntungannya sudah benar sementara Disney meminta alternatif lain.

Dikutip dari laman indiewire.com, adapun pada 2 film Spider-Man era Tom Holland, Disney dan Marvel sudah diberikan keuntungan sekitar 5% dari total pendapatan sejak hari pertama rilis(First Dollar Gross). Sebagai gantinya, Disney & Marvel Studios boleh memunculkan karakter Spider-Man pada film Captain America: Civil War, Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame.

Indiewire.com
Indiewire.com
Namun kemudian Disney menginginkan mekanisme pembiayaan antar studio menjadi 50:50, yang mana memungkinkan Disney untuk menggarap film lainnya berdasarkan berbagai karakter dalam semesta Spider-Man. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x