Yonathan Christanto
Yonathan Christanto karyawan swasta

Movie Enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Overlord", Sisi Lain Perang D-Day dan Bumbu Fantasi ala Zombie

7 November 2018   09:33 Diperbarui: 7 November 2018   18:40 752 3 2
"Overlord", Sisi Lain Perang D-Day dan Bumbu Fantasi ala Zombie
JJ Abraham's Overload Poster | Sumber: movieweb.com

Menceritakan ulang kisah sejarah dengan bumbu fiksi nampaknya bukan menjadi hal baru di industri film Hollywood. Abraham Lincoln: Vampire Hunter dan Inglorious Bastards sudah pernah melakukannya.

Jika dalam Abraham Lincoln: Vampire Hunter menceritakan kisah alternatif Abraham Lincoln yang di masa mudanya ternyata seorang pemburu vampir, maka dalam Inglorious Bastards menceritakan kisah lain pembunuhan Hitler dalam balutan dark comedy yang kental.

Rengasdengklok (movfreak.blogspot.com)
Rengasdengklok (movfreak.blogspot.com)
Di Indonesia pun sebenarnya pernah ada konsep film berlatar belakang sejarah seperti dua film tersebut. Ya, film Rengasdengklok yang merupakan film pendek dalam omnibus Fantastic Indonesian Short Film Competition(Fisfic vol.1) di tahun 2008 silam pernah membuat konsep senada meskipun dengan eksekusi seadanya.

Menceritakan serangan zombi di tengah penculikan Soekarno di Rengasdengklok yang akhirnya memaksa Soekarno mengeluarkan kemampuannya dalam membabat zombi. Sayang, premis yang menarik dan nyeleneh ini tidak pernah dibuat feature film pada akhirnya.

Di tahun ini pun kembali kita disuguhi kisah alternatif berdasarkan sejarah lainnya dalam film Overlord. Film ini pada awalnya disebut-sebut sebagai film dalam semesta Cloverfield, namun pada akhirnya dibantah oleh sang produser J.J.Abrams yang mengatakan bahwa film ini berdiri sendiri.

Disutradarai oleh Julius Avery yang sebelumnya terkenal lewat film Son of A Gun dan film pendek Jerrycan yang mendapat banyak penghargaan Internasional, Overlord menghadirkan sisi lain perang D-Day di Normandia yang dikenal juga dengan kata sandi Operation Overlord.

Sinopsis

Di malam pertempuran D-Day, pasukan penerjun payung Amerika diturunkan di wilayah musuh guna menyelesaikan misinya menghancurkan menara milik Nazi.

Menara harus dihancurkan agar pesawat dan bantuan pasukan lainnya bisa masuk ke dalam wilayah musuh dengan mudah.

Bloody-disgusting.com
Bloody-disgusting.com
Boyce (Jovan Adepo), Ford(Wyatt Russel) dan tiga pasukan lainnya yang tersisa pada akhirnya harus menyusun rencana terbaik mereka agar tetap bisa menyelesaikan misi.

Pertemuan mereka dengan Chloe(Mathilde Ollivier) pada akhirnya membuka fakta baru dan rentetan kejadian yang menuntun mereka ke dalam menara Nazi.

Di dalam perjalanannya, pada akhirnya mereka menemui sesuatu yang janggal di dalam menara tersebut. Sesuatu yang mistis, kuat dan berbahaya bagi siapapun yang memanfaatkannya.

Kisah Film Layaknya Video Game

Menyaksikan Overlord mengingatkan saya akan pertempuran melawan monster atau zombie ala video game. Sajian aksi yang intens sudah ditampilkan sejak awal dan konsisten hingga akhir film.

slashfilm.com
slashfilm.com
Munculnya villain utama juga nampak seperti boss yang harus dihadapi pada sebuah misi final di dalam game.

Pun pertempuran di dalam menara dan di jalanan Eropa klasik mengingatkan pada game semisal Wolfenstein dan versi downloadable content dari serial game Call of Duty.

Menghabisi Nazi dengan Fantasi ala Amerika

Tidak bisa dipungkiri, Overlord nampak menjadi sarana fantasi Amerika dalam hal membabat habis Nazi yang menjadi mesin propaganda perang terbesar dalam sejarah.

Inglorious Bastards sudah melakukannya kala membuat plot nyeleneh perihal kematian Hitler yang ternyata ada di tangan seorang letnan Amerika.

Pastemagazine.com
Pastemagazine.com
Kali ini Overlord menyajikan fantasi pada pertempuran D-Day. Pertempuran yang ternyata bukan hanya soal pertempuran antar manusia, namun juga pertempuran melawan pasukan super (yang bisa disebut juga sebagai zombie) hasil percobaan Nazi.

Percobaan yang dilakukan untuk mewujudkan Thousand Year Reich ala Hitler yang fenomenal, yang sayangnya nampak kesulitan kala berhadapan dengan pasukan patriotik khas Amerika.

Jovan Adepo Mencuri Perhatian

Meskipun perannya di film ini nampak seperti Finn nya John Boyega pada saga Star Wars, namun tak bisa dipungkiri Jovan Adepo cukup mencuri perhatian di film ini.

Variety.com
Variety.com
Perannya sebagai seorang prajurit yang baru 3 minggu direkrut dan langsung menghadapi perang besar di Normandia mampu ditampilkan dengan sangat baik.

Ketakutan, kekhawatiran namun juga kepatuhannya terhadap perintah di satu sisi, menyebabkan karakternya mengalami dilema yang sangat besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3