Mohon tunggu...
yolaagne
yolaagne Mohon Tunggu... Mahasiswa Jurnalistik

nulis ini-itu, baca disana-disini, makan-makan, senja-senji, puasa-puisi

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Salah Kaprah Penggunaan Masker

28 Maret 2020   16:52 Diperbarui: 28 Maret 2020   18:01 674 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Salah Kaprah Penggunaan Masker
prosehat.com

Setelah pengumuman resmi dari presiden terkait 2 pasien positif terjangkit virus corona. Media Indonesia dipenuhi berita terkait pasien positif corona, 24 jam berita tentang virus baru yang masuk di Indonesia tersebar di seluruh media sosial Facebook, Twitter, dan Instagram. Topik pembicaraan virus di masyarakat mulai meraba seluruh lapisan masyarakat.

Seiring dengan masuknya virus, ketakutan juga mulai dialami masing-masing orang. Takut tertular merupakan kekhawatiran terbesar yang melanda masyarakat, mengingat penularan virus ini begitu cepat dan gejala pada orang yang terjangkit hampir mirip dengan flu biasa, bahkan ada yang tidak menunjukkan gejala.

Mengatasi ketakutan terjangkit virus, banyak orang yang berbondong-bondong melindungi diri dengan masker dan penyanitasi tangan, hal ini membuat persediaan keduanya ludes dipasaran. Bahkan ada yang sampai menimbun kedua benda tersebut karena takut kehabisan. Terlebih masker yang dianggap mujarab.

Kini kita dapat melihat di sekitar kita hampir semua orang menggunakan masker baik yang sehat maupun yang sakit, anak kecil maupun orang dewasa, orang miskin maupun orang kaya, semua memilih masker sebagai alat pelindung diri yang paling tepat. Namun sudah tepat kah jika orang sehat menggunakan masker untuk melindungi diri dari virus covid-19?

Penularan covid-19 atau virus corona ini melalui beberapa cara yaitu, Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan, menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan. Batuk, bersin dan memegang benda yang telah disentuh orang yang terjangkit virus covid-19 adalah faktor utama penularan virus ini.

Banyak orang mengira masker saja sudah cukup. Memakai masker selama 24 jam namun tidak melindungi diri dengan menjaga kebersihan tangan sama saja berpeluang besar tertular virus. 

Padahal organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa bagi orang sehat tidak perlu menggunakan masker, karena masker hanya digunakan untuk orang yang sakit, atau orang yang memiliki gejala sakit seperti bersin, batuk, sesak napas, orang yang memberikan pertolongan medis, petugas kesehatan, dan ketika memasuki ruangan pasien dan menangani pasien.

Penggunaan masker kepada orang yang sehat malah meningkatka resiko inveksi karena masih banyak masyarakat yang belum tahu menggunakan masker secara benar. Hal ini membuat orang akan sering menyentuh daerah wajah dan masker. 

Menurut spesialis pencegahan infeksi Eli Perencevich orang sehat tidak perlu memakai masker "Rata-rata orang sehat tidak perlu memakai masker. Tidak ada bukti bahwa memakai masker pada orang sehat dapat melindunginya," (CNN, Indonesia).

Lebih baik membawa masker di dalam tas, jika bertemu dengan orang yang bersin dan batuk berikan masker kepadanya. Dengan begitu kita tidak bersikap egois dan dapat mencegah penularan kepada banyak orang. Boleh saja memakai masker tapi tidak berlebihan dengan menimbun persediaan masker. Bukankah lebih baik menghemat pasokan masker untuk para tenaga medis yang sedang kekurangan APD (Alat Pelindung Diri).

Dari pada menggunakan masker bagi orang sehat, physical distancing (menjaga jarak secara fisik) adalah solusi untuk mencegah tertularnya virus. pasien positif yang bersin atau batuk mengeluarkan tetesan kecil dari hidung atau mulut yang dapat dihirup oleh orang sekitarnya, oleh sebab itu kita perlu menjaga jarak (physical distancing) agar jangan sampai menghirup udara yang terkena virus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x