Mohon tunggu...
yolaagne
yolaagne Mohon Tunggu... Mahasiswa Jurnalistik

nulis ini-itu, baca disana-disini, makan-makan, senja-senji, puasa-puisi

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Keselamatan Jurnalis dalam Meliput Kasus Covid-19

19 Maret 2020   14:09 Diperbarui: 19 Maret 2020   16:15 106 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Keselamatan Jurnalis dalam Meliput Kasus Covid-19
Kompas.com

Masyarakat Indonesia kini tengah gencar-gencarnya melindungi diri dari virus baru yang masuk ke Indonesia beberapa waktu yang lalu. Terlebih Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. 

Pemerintah juga sedang melakukan berbagai upaya agar virus covid-19 ini tidak menyebar luas di masyarakat. Guna menangani virus baru ini, pemerintah menambah rujukan rumahsakit yang ada di berbagai daerah dengan fasilitas yang memadai untuk menangani pasien dengan gejala terserang covid-19.

Sedangkan masyarakat Indonesia sendiri yang awalnya hanya tenang dan melihat pemberitaan covid-19 dari berbagai Negara kini sudah berwaspada dalam kegiatan sehari-hari. Banyak yang melindungi diri dengan memborong masker dan penyanitasi tangan. 

Persediaan masker dan penyanitasi tangan semakin menipis akibat hal ini. Orang-orang mulai takut keluar rumah, terutama penduduk Jakarta yang wilayahnya pertama kali terjangkit virus ini dan memiliki angka yang paling tinggi untuk daerah dengan banyak penduduk yang positif corona.

Orang-orang mulai menyerukan #dirumahaja dalam berbagai bentuk tulisan maupun foto atau vidio. Mengurangi kegiatan di luar rumah. Bahkan dalam pidatonya, presiden Joko Widodo mengatakan saatnya bekerja,beribadah dan belajar di rumah. Semua itu dilakukan untuk menghindari bertambahnya angka positif dan kematian akibat corona.

Untuk pekerja kantoran mungkin bisa bekerja di rumah, hanya pindah tempat kerja saja pekerjaan dapat dibawa ke rumah. Namun bagaimana pekerjaan seperti polisi,tentara, pekerja pabrik dan jurnalis. Mereka tidak bisa menggotong pekerjaan ke dalam rumah. 

Terlebih tugas jurnalis meliput perkembangan virus ini. fungsi jurnalis sebagai penyaji berita harus tetap berlangsung meskipun berhadapan dengan narasumber yang terjangkit virus, berada dikeramaian, dan mendatangi rumahsakit untuk memperoleh data. Semua itu sangat memungkinkan seorang jurnalis terinfeksi virus.

Melihat fenomena ini, beberapa aliansi jurnalis di daerah maupun pusat  menggelar siaran  pers guna menghimbau beberapa hal terkait keselamatan para jurnalis dalam meliput virus corona ini.

Demi kepentingan masyarakat untuk mengetahui informasi terkini, sudah seharusnya jurnalis mendapat bekal alat pelindung diri (APD) berupa masker dan penyanitasi tangan (hand sanitizer), sarung tangan dari media yang mempekerjakan. Jurnalis juga harus mendapat hak perawatan jika mengalami gejala covid-19 dan media tidak memaksakan jurnalisnya meliput di wilayah rawan penularan covid-19 jika tidak dibekali dengan APD.

Selain perlindungan dari media yang menaungi. Jurnalis dapat melindungi diri dengan menjaga jarak dengan narasumber yang terjangkit virus, mensterilkan alat-alat setelah digunakan meliputan, dan yang paling penting adalah membekali diri dengan pengetahuan protocol liputan virus covid-19. 

Sesungguhnya memberikan informasi kepada halayak itu pekerjaan mulia, namun lebih baik lagi jika diiringi dengan perlindungan diri. Dalam siaran persnya di rumah dinas gubernur Jawa barat, ketua AJI Jakarta memberikan himbauan kepada jurnalis dalam menyebarkan informasi ke publik terkait mewabahnya kasus virus corona alias Covid-19. "Utamakan kesehatan dan keselamatan, tidak ada berita seharga nyawa," ujar Asnil, seperti dikutip dari katadata.co.id.

VIDEO PILIHAN