Mohon tunggu...
Yohanes Felixx
Yohanes Felixx Mohon Tunggu... Hai

Seorang biasa yang pengen nulis

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Godaan Kuliah daring

18 Juni 2021   17:15 Diperbarui: 18 Juni 2021   17:34 40 1 0 Mohon Tunggu...

Maret 2020, menjadi sebuah Awal kelam bagi hampir seluruh Negara dibelahan dunia dikarenakan datangnya serangan tak kasat mata dari sebuah Virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia. 

Persebaran virus tersebut terjadi secara cepat, masif dan menyeluruh, tidak mengenal kelas ekonomi dan golongan sosial dari seseorang, kehadiran virus tersebut membuat hampir seluruh masyarakat didunia semua kegiatannya lumpuh, tidak bisa melakukan kegiatan apapun seperti sediakala, hampir 90% Negara didunia menutup akses keluar dan masuk negaranya yang kemudian hal tersebut menjadikan Kegiatan Ekonomi mengalami penurunan signifikan, kegiatan transportasi Darat, Udara, Laut tidak bergerak, perusahaan mengurangi tenaga kerja bahkan tidak sedikit yang gulung-tikar, Rumah sakit keteteran menangani pasien yang membludak dan datang silih berganti bahkan ada banyak yang tidak tertolong nyawanya, tenaga kesehatan berjuang tak kenal lelah menangani pasien yang membludak hingga melalaikan kesehatan dirinya sendiri.

Virus tersebut adalah Coronavirus atau biasa dikenal dengan COVID-19(Coronavirus Disease 19). Virus tersebut tergolong kedalam virus baru yang memang belum dikenal dan belum diperkirakan akan menjadi momok bagi semua Negara didunia. 

Penyebaran virus ini bisa terjadi sangat cepat dan masif dikarenakan penyebarannya sangat mudah terjadi yakni melalui Percikan pernapasan atau biasa dikenal dengan nama Droplet. Percikan droplet itu sangat kecil dan tak kasat mata sehingga penyebarannya sangat mudah terjadi hanya dengan komunikasi yang terjadi antara satu orang dengan yang lain, sehingga virus semakin mudah menyebar dan berkembangbiak dengan cepat.

Coronavirus sendiri merupakan spesies virus baru yang lahir di salah satu wilayah di Tiongkok bernama Wuhan pada 1 Desember 2019, Isu yang menyebar luas dikabarkan bahwa virus ini berasal dari hewan liar seperti kelelawar, ular, laba-Laba, dan yang lainnya, hewan tersebut memang biasa dimakan dan diperjualbelikan di wilayah tersebut secara bebas dan legal yang belum dipastikan tingkat kesterilisasiannya. Disaat virus tersebut semakin luas dan menjadi wabah di wuhan, pemerintah setempat melakukan lockdown sehingga masyarakat sama sekali tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali dikarenakan suat hal yang sangat mendesak.

Di Indonesia, kehadiran Coronavirus sangat menggemparkan hampir seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah dinilai sangat lambat dalam penanganan coronavirus ini sehingga coronavirus bisa menyebar dengan masif di Indonesia. Datangnya coronavirus membuat seluruh warga panik dikarenakan data masyarakat yang terpapar semakin meningkat tinggi dengan cepat, disalah satu sisi pemerintah menangani lambat, disisi masyarakat juga masih ada yang menganggap remeh tentang coronavirus ini, dan coronavirus juga mendatangkan budaya baru yakni budaya 5M : Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mencuci Tangan dengan baik dan benar, Memakai masker, Membatasi mobilitas dan interaksi.

Selain menghadirkan sebuah budaya baru bagi masyarakat Indonesia, Virus ini juga merubah banyak kebiasan yang berhubungan dengan kegiatan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya. ini terjadi karena diperlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mengurangi penyebaran virus yang cukup terlambat, maka banyak kegiatan yang dilakukan secara Daring. 

Dalam bekerja masyarakat yang biasanya bekerja kantoran harus datang ke kantornya untuk melakukan sebuah pekerjaan, karena adanya coronavirus masyarakat harus merubah kebiasaan tersebut dengan melakukan pekerjaan dari rumah dengan sarana Zoom meeting yang pastinya memerlukan waktu untuk adaptasi. 

Yang ikut terdampak dikarenakan kehadiran coronavirus ini tentunya juga pelajar di seluruh tingkatan dari Paud hingga Universitas, sebelum Pandemi menyerang, Pelajar melaksanakan proses belajar mengajarnya disekolah dengan bertatapan langsung dengan pengajar tanpa adanya batasan ruang dan waktu dan juga bisa bertegur sapa dan bersendau gurau bersama teman teman yang beragam, setelah coronavirus menyerang Indonesia, semua kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan dan digantikan dengan pembelajaran dalam jaringan yang mengharuskan pelajar untuk belajar dari rumah dengan bantuan alat komunikasi seperti Smartphone maupun PC dan apabila berhubungan dengan teknologi maka harus ada suatu adaptasi yang memerlukan waktu dan kegiatan Pembelajaran secara Daring tersebut juga menimbulkan Pro dan Kontra bagi masyarakat secara umum.

Memang jika melihat dari segi "Godaan" yang diterima saat pelaksanaan pembelajaran daring pasti akan lebih banyak dan lebih mengganggu pembelajaran tersebut baik yang diterima pengajar maupun Pelajar.  Hal ini terjadi karena dalam pembelajaran Daring pengawasan yang diberikan oleh Pengajar tidak bisa dilakukan secara optimal dan maksimal karena keterbatasan ruang dan waktu. 

Tentunya Godaan ini akan berakibat fatal dengan keefektifan dari pembelajaran daring, banyak pihak yang mengatakan dengan dilakukannya pembelajaran daring maka kesempatan pelajar untuk 'Menyambi' dengan melakukan kegiatan lain akan lebih besar dan hal itu memang sangat berakibat dalam penerimaan materi yang diterima oleh Pelajar sehingga pembelajaran pun dinilai tidak efektif, menurut saya jika sudah dikaitkan dengan keefektifan pembelajaran maka hal itu kembali lagi ke orang yang terlibat dalam pembelajaran tersebut bagaimana menyikapinya apabila disiplin yang diterapkan dalam pembelajaran daring sama dengan yang diterapkan dalam pembelajaran luring pasti keefektifan yang didapatkan dalam suatu pembelajaran juga akan sama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN