Mohon tunggu...
Gus Pras
Gus Pras Mohon Tunggu... Pengasuh Organisasi Sastra

Lahir, belajar, dan mengabdi di lingkungan pesantren

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ketika Jiwa Melangkah (Bagian 26)

5 Mei 2021   07:14 Diperbarui: 5 Mei 2021   07:17 78 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Jiwa Melangkah (Bagian 26)
Dokumen Gus Pras (Canva)


Ketika Jiwa Melangkah (Bagian 26)

Hai Elang, mengapa kau bisa melintasi gelap malam? Sedang aku hanya merindukan bulan.
Padahal kau bukan makhluk yang paling utama.

Hai Elang, mengapa kau bisa menembus deras hujan? Sedang ada hanya memayung teduh.
Padahal kau bukan makhluk yang dipilih menjadi pemimpin.

Begitulah raga, tiada sudi disaingi lainnya. Begitulah raga, tiada pernah puas dengan kenyataan.

"Wahai raga, berhentilah mengeluh. Belajarlah dari Nuri yang mengakui segala kekurangan."

Namun, kesadaran selalu datang terlambat. Hingga, Elang mendekati raga, lalu mencabut jiwa yang melekat.

"Menangislah sejadi-jadinya! Sesali hidupmu di masa lalu!"

Apakah kau baru sadar ketika jiwa melangkah?

Gus Pras
Malang, 5 Mei 2021

VIDEO PILIHAN