Mohon tunggu...
Gus Pras
Gus Pras Mohon Tunggu... Pengasuh Organisasi Sastra

Lahir, belajar, dan mengabdi di lingkungan pesantren

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Bincang Sastra di Bulan Ramadan Bersama Organisasi Sastra Matsanewa

19 April 2021   08:13 Diperbarui: 19 April 2021   08:18 381 17 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bincang Sastra di Bulan Ramadan Bersama Organisasi Sastra Matsanewa
Dokumen Gus Pras (Canva)

Bincang Sastra di Bulan Ramadan Bersama Organisasi Sastra Matsanewa

Kisah untuk Ramadan kali ini, saya akan berbagi cerita rencana kegiatan ngabuburit, yakni "Bincang Sastra". Pada dasarnya, sebagian besar tulisan saya di Kompasiana dapat dikategorikan sastra. Bagi saya, sastra adalah tulisan yang berisi ungkapan jiwa dengan memanfaatkan diksi dan majas tertentu agar mencapai estetika yang tinggi.

Untuk mencapai estetika tersebut, saya belajar dari pengalaman hidup, terutama di pesantren. Jiwa sastra saya ditempa ketika mendapatkan amanah sebagai redaksi Majalah X-News (majalah asrama kelas unggulan Pesantren Nurul Jadid Probolinggo).

Lantas, setelah lulus dari pesantren ditambah asupan teori selama kuliah jurusan  pendidikan sastra, akhirnya saya bekerja (mengabdi) di lingkungan yang masih erat kaitannya dengan pesantren. Beruntung, saya dipercaya untuk menjadi pengasuh organisasi sastra yang menaungi kegiatan  penulisan kreatif dan teater madrasah.

Melalui organisasi ini, saya punya cita-cita untuk memperkenalkan dan mengembangkan sastra kepada semua civitas akademika madrasah. Di sinilah saya butuh sinergi dari anak didik saya. Setidaknya, ada enam anak berbakat yang saya rekrut untuk menjadi pengurus inti Organisasi Sastra Matsanewa.

Dalam kesempatan kali ini, izinkan saya untuk memperkenalkan enam anak yang luar biasa dalam bidang sastra. Insyaallah, pada hari Rabu, 21 April 2021, tepat di bulan Ramadan, saya akan mengadakan bincang sastra dengan mereka melalui zoom.

1. Sarah

Dia adalah jawara menulis cerpen. Peraih emas olimpiade seni dan bahasa Indonesia tingkat nasional ini bukan hanya punya bakat di bidang sastra, tetapi juga mau mengabdikan dirinya untuk kemajuan sastra. Melalui organisasi yang saya dirikan, semoga akan muncul sarah-sarah lainnya yang bisa tampil di pentas nasional.

2. Nina

Nina adalah siswa dengan peringkat tertinggi paralel di MTsN 1 Kota Malang. Hobi menulis sastra membuatnya punya segudang prestasi. Mulai dari tingkat kota hingga nasional. Perannya di organisasi sastra sangat penting karena dia selalu konsisten untuk terus berproses bersama saya dalam berbagai kegiatan sastra.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN