Mohon tunggu...
X
X Mohon Tunggu... Y

Z

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Berbagi Bekal Bahagia Berupa Takwa

25 Januari 2021   08:00 Diperbarui: 25 Januari 2021   08:16 72 20 2 Mohon Tunggu...

Berbagi Bekal Bahagia Berupa Takwa

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Pada kesempatan kali ini, aku ingin berbagi bekal bahagia untuk hidup di dunia dan akhirat. Adapun bekal pertama yang harus dipersiapkan adalah takwa.

Takwa secara singkat bisa dimaknai sebagai kesalehan hidup. Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, takwa adalah keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Mari kita perhatikan firman Tuhan tentang bekal yang berupa takwa.
".... Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat." (QS: Al-Baqarah: 197)

Dunia ini adalah perjalanan. Ibaratnya seorang musafir dari kota A menuju kota B. Maka, sang musafir wajib membawa bekal agar perjalanannya lancar. Setidaknya, ia butuh kendaraan, makanan, minuman, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan manusia dalam mengarungi kehidupan wajiblah membawa bekal berupa takwa agar lancar jaya hingga ajal menjemputnya. Secara umum, apapun agama dan kepercayaan manusia, takwa didasarkan pada dua hal.

Pertama, patuh menjalankan perintah Tuhan. Menurutku, perintah Tuhan yang paling universal adalah merawat alam (khalifatullah). Betapa pentingnya merawat alam agar kita terhindar dari bencana.

Banjir, polusi, dan bencana alam lainnya menjadi bukti bahwa kita masih belum maksimal merawat alam. Jika merawat alam saja susah, bagaimana kita bisa merawat kedamaian? Sungguh, kita terlalu sibuk mencari perbedaan dan asyik memviralkan sesuatu yang kurang berfaidah.

Hal kedua dari takwa adalah menjauhi larangan Tuhan. Adapun larangan Tuhan yang sangat urgen saat ini ialah dilarang menyakiti makhluk lainnya. Maka, di sinilah tempatnya kasih.

Semua agama pasti mengajarkan tentang kasih. Hanya saja setiap agama memiliki oknum yang merusak bingkai kasih itu sendiri. Melalui Kompasiana, semoga bingkai kasih itu bisa terus langgeng dan mari bersama-sama menghindarkan diri menjadi oknum perusak bingkah kasih.

Aku tutup tulisan ini dengan mengutip firman Tuhan QS Al Baqarah: 201.
Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.
Salam hangat dan sehat selalu.

MLG, 25-1-2021
YGPRSTY

Referensi:
Al-Qur'an
KBBI

VIDEO PILIHAN