Mohon tunggu...
Yoga Prasetya
Yoga Prasetya Mohon Tunggu... Guru dan Pujangga

Hidup berkah, selamat dunia akhirat.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Google dan Orangtua (Bagian 2)

23 September 2020   06:00 Diperbarui: 23 September 2020   10:09 158 18 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Google dan Orangtua (Bagian 2)
Ilustrasi: Forbes/law-justice.c0

Sebelum membaca cerita singkat ini, silakan baca terlebih dahulu bagian sebelumnya. Orang Tua, Google, dan Kamu berada di sebuah ruangan seperti kantor. Ketika Kamu lama berpikir untuk memilih, Orang Tua dan Google saling berbicara hingga berdebat.

Orang Tua mengajukan pertanyaan kepada Google tentang kehidupan setelah di dunia. Ia menjawab dengan ribuan versi. Ketika disuruh memilih satu versi saja, Google tak menjawab. Baru kali ini ada pertanyaan yang tidak bisa ia jawab.

Google bergantian bertanya pada Orang Tua tentang kehidupan setelah di dunia. Ia menjawab dengan satu kalimat. Google marah karena merasa dipermainkan dengan jawaban Orang Tua. Ia butuh pernyataan yang spesifik.

Mendengar Google dan Orang Tua berdebat, Kamu langsung berdiri dan menghentikan mereka.
"Baiklah, aku akan memilih panutan yang cocok untuk hidupku. Apapun pilihanku, jangan sampai ada yang menyimpan dendam," Kamu menghela napas panjang.

"Aku memilih... kalian berdua," ucap  Kamu yang membuat kaget Google dan Orang Tua.

Google yang merasa lebih baik dari Orang Tua menyuruh Kamu memikirkan ulang dampaknya.
"Jika memilih dua, maka hasilnya tidak akan maksimal. Perdebatan selalu kamu dapatkan. Jawaban tidak akan memuaskan," ujar Google.

"Aku ingin mendengar tanggapan Orang Tua," timpal Kamu.

Ekspresi Orang Tua masih sedikit terkejut mendengar pilihan Kamu. Ia memejamkan mata lalu berkata.

"Baiklah, jika kamu memilih dua, maka aku akan jadi panutan keduamu. Kamu boleh dengarkan Google terlebih dahulu tetapi keputusan akhir ada di aku. Jangan sekali-kali kamu memutuskan sesuatu tanpa melibatkan aku," balas Orang Tua.

Akhirnya, kamu, Google, dan Orang Tua hidup berdampingan. Sayangnya, mereka tidak hidup bahagia sebagaimana dalam dongeng-dongeng sebelum tidur. Sanggah menyanggah, pertikaian kata demi kata, selalu menghiasi hari-hari mereka. Namun, itulah hakikat kehidupan di dunia fana ini. Bagaimana perasaan Kamu?



Penulis: Yoga Prasetya

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x