Edukasi

Pendekatan Komunikasi Internasional

11 Oktober 2018   22:35 Diperbarui: 11 Oktober 2018   22:54 226 0 0

Komunikasi Internasional sendiri merupakan komunikasi dimana yang terjalin antar Negara guna mencapai kesepakatan untuk kedua belah pihak, dalam Komunikasi Internasional sendiri terdapat beberapa hubungan yaitu :

  1. Hubungan Bilateral yang dimana hubungan ini merupakan hubungan atara negara satu dengan negara yang satunya, melibatkan pertukaran informasi antara kedua belah pihak yang saling menguntungkan untuk keduanya.
  2. Hubungan Multilateral adalah hubungan yang melibatkan banyak pihak atau banyak negara yang mempunyai kepentingan. Contoh organisasi seperti PBB dan WHO.

Dalam hubungan Bilateral dan Multilateral keduanya saling menguntungkan, hanya saja antara hubungan Bilateral dan Multilateral mempunyai peranan masing-masing, seperti hubungan Bilateral hanya melibatkan dua Negara saja sedangkan hubungan Multilateral melibatkan lebih dari dua Negara.  

Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi terjalinnya Komunikasi, menurut Scoot M Cutip ada 7 faktor yang mempengaruhi terjalinnya Komunikasi yaitu :

  1. Kredibilitas

Kredibilitas (credibility) berkaitan dengan hubungan saling percaya  antara komunikator dan komunikan. Komunikator perlu memiliki  kredibilitas dimata komunikan, misalnya dalam hal tingkat keahliannya  dalam bidang yang bersangkutan dengan pesan/ informasi yang  disampaikan.

  1. Konteks

Konteks (context) berkaitan dengan situasi dan kondisi dimana  komunikasi berlangsung. Konteks disini terdiri dari aspek yang bersifat  fisik, aspek Psikologis, aspek sosial, dan aspek waktu. Agar komunikasi dapat berjalan dengan baik,  komunikator harus memperhatikan situasi dan kondisi dimana komunikan  berada.

  1. Konten

Konten (content) berkaitan dengan isi pesan yang disampaikan  komunikator kepada komunikan. Isi pesan/ informasi disesuaikan dengan  kebutuhan komunikan, misalnya pesan/ informasi mengenai kesehatan janin  diberikan kepada ibu-ibu, bukan kepada anak remaja. Akan dapat dicapai jika konten yang disampaikan komunikator mengandung  informasi/ pesan yang berarti/ penting untuk diketahui oleh komunikan.

  1. Kejelasan

Kejelasan (clarity) dari pesan/ informasi yang disampaikan  komunikator sangat penting. Untuk menghindari kesalahpahaman komunikan  dalam menangkap isi pesan/ informasi yang disampaikan komunikator.  Kejelasan disini mencapkup kejelasan isi pesan, kejelasam tujuan yang  akan dicapai, kejelasan kata-kata (verbal) yang digunakan, dan kejelasan  bahasa tubuh (non verbal) yang digunakan.

  1. Kesinambungan dan Konsistensi

Kesinambungan dan konsistensi (continuity and consistency) pesan/  informasi yang disampaikan diperlukan agar komunikasi berhasil  dilakukan. Pesan perlu disampaikan secara terus menerus dan konsisten.  Pesan yang disampaikan sebelumnya dengan pesan selanjutnya tidak saling  bertentangan. Contohnya informasi mengenai program KB 'dua anak saja  cukup' dari pemerintah, perlu disiarkan terus menerus melalui berbagai  media, agar pesan tersebut tertanam dan dapat mempengaruhi prilaku  masyarakat.

  1. Kemampuan Komunikan

Kemampuan Komunikan (capability of audience) berkaitan dengan tingkat  pengetahuan, dan kemampuan penerima pesan dalam memahami pesan yang  disampaikan. Komikator harus memperhatikan audiensnya, menggunakan  bahasa (baik verbal maupun non verbal) yang sesuai dan dipahami oleh  audiens

  1. Saluran Distribusi

Saluran distribusi (channels of distribution) berkaitan dengan  sarana/ media penyampaian pesan. Sebaiknya komunikator menggunakan media  yang sesuai dan tepat sasaran. Misalnya dengan menggunakan media yang telah umum digunakan komunikan.  Dengan begitu, komunikan tidak bingung dan komunikasi dapat berjalan  dengan baik.

Sumber : di kutip dari https://pakarkomunikasi.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi . Diakses pada hari Rabu, 10 Oktober 2018, pukul 23 : 39 WIB

Masih banyak pendapat-pendapat dari para ahli lainnya mengenai faktor yang mempengaruhi terjalinnya komunikasi. Munculnya modernisasi dan paradigma sangat berpengaruh dalam perkembangan Komunikasi itu sendiri.

Dalam Komunikasi Internasional itu sendiri mempunyai banyak tujuan, yang pada haikatnya untuk mencapai kesepakatan bagi pihak yang terlibat didalamnya, Komunikasi Internasional juga membuat hubungan antara satu Negara dengan Negara yang lainnya menjadi seimbang bilang komunikasi yang dilakukannya efektif. Namun akan menjadi permasalahan ketika kedua Negara tidak saling menjaga kerja samanya dengan baik, hal ini akan berdampak buruk dan menyebabkan tidak adanya kesepakatan yang diperoleh.