Mohon tunggu...
Yoga ArdyanSyach
Yoga ArdyanSyach Mohon Tunggu... Ekonomi Wilayah

Planologi UNEJ 2018

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Potensi Pertumbuhan Wilayah Berkonsep Agropolitan

5 Desember 2019   21:50 Diperbarui: 5 Desember 2019   21:54 12 0 0 Mohon Tunggu...

Pusat pertumbuhan (growth pole) adalah suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhan pembangunannya sangat pesat jika dibandingkan dengan wilayah lainnya sehingga dapat dijadikan sebagai pusat pembangunan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wilayah lain di sekitarnya. Suatu wilayah dapat dikatakan sebagai pusat pertumbuhan wilayah apabila wilayah tersebut mampu mempengaruhi daerah sekitarnya. Pertumbuhan dan perkembangan wilayah memiliki skala yang berbeda-beda, adapun beberapa pendekatan yang dilakukan untuk mengenali pusat-pusat pertumbuhan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa teori dari berbagai ahli sebagai berikut:

1. Potensi daerah setempat

Setiap tempat memiliki potensi yang dapat dikembangkan, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Sebagai contoh yaitu adanya lahan luas di suatu wilayah dapat dikelola menjadi lahan pertanian atau perkebunan yang memperhatikan aspek lingkungannya.

2. Teori tempat sentral (central place theory)

Teori ini dikemukakan oleh Walter Cristaller pada tahun 1933. Secara singkat, teori tempat sentral harus menjawab tiga pertanyaan yaitu apakah yang menentukan banyaknya kota ; apakah yang menentukan besarnya kota ; dan apakah yang menentukan persebaran kota. Dalam teori ini dikenal konsep jangkauan (range) dan ambang (threshold). Range adalah jarak yang ditempuh oleh seseorang untuk mendapatkan kebutuhannya pada suatu waktu, sedangkan threshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan keseimbangan suplai barang.

3. Agropolitan

Teori ini dikemukakan oleh Friedman pada tahun 1975. Konsep ini menjelaskan mengenai perlunya mengusahakan perdesaan untuk lebih terbuka terhadap pembangunan sehingga diharapkan terjadi beberapa kota di perdesaan (agropolis). Sebagai contoh yaitu pembangunan sarana dan prasarana lengkap yang dapat menunjang kehidupan masyarakat perdesaan sehingga masyarakat perdesaan dapat meningkatkan kesejahteraannya seperti masyarakat perkotaan, serta dapat mengurangi arus urbanisasi dan migrasi.

            Khususnya pengembangan dalam konsep Agropolitan Dalam kaitannya dengan pengembangan wilayah pedesaan, maka pemahaman konsep agropolitan dalam pengembangan wilayah merupakan hal penting, karena hal ini akan memberikan arah dasar perencanaan pembangunan perdesaan dan aktivitasnya dalam proses pengembangan wilayah selanjutnya. Konsep Agropolitan juga mengandalkan efektivitas peran pusat pertumbuhan sebagai penggerak kegiatan sosio-ekonomi kawasan. Dualisme sistem Agropolitan yang berbasis sistem agribisnis dan sistem permukiman (human settlements) menjadi kunci utama keberlanjutan pembangunan di suatu kawasan.  agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang, serta mampu memacu berkembangnya sistem usaha agribisnis, sehingga dapat melayani, mendorong, menarik kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya. Pengembangan kawasan agropolitan, yaitu pembangunan ekonomi berbasis pertanian di kawasan agribisnis, dirancang dan dilaksanakan dengan cara mensinergikan berbagai potensi yang ada untuk mendorong berkembangnya sistem usaha agribisnis yang berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi, serta digerakan oleh masyarakat dan difasilitasi pemerintah.

VIDEO PILIHAN