Mohon tunggu...
heru suti
heru suti Mohon Tunggu... Administrasi - Merdeka

Menulis untuk menghasilkan tulisan

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Jadwal Padat: Antara Kelelahan dan Kesempatan

9 September 2021   21:58 Diperbarui: 9 September 2021   22:13 242
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pertandingan sepakbola edisi jeda internasional untuk kualifikasi Piala Dunia sudah terlaksana dengan berbagai cerita.

Di zona Eropa, tim-tim unggulan mencatatkan hasil yang maksimal di laga terakhir pekan ini, kecuali Inggris yang kebobolan di saat akhir lawan Polandia dan harus puas dengan skor 1-1.

Beberapa tim besar mencatat kemengan dengan skor yang cukup mencolok. Jerman menang 4-0 atas tuan rumah Islandia, Belanda menghajar Turki 6-1 dan juara Eropa Italia menang telak 5-0 atas Lithuania.

Jadwal yang padat, maka tim dengan skuad yang lebih dalam akan bisa mendapatkan keuntungan. Dengan padatnya jadwal, fisik pemain yang menurun tentu bisa teratasi dengan rotasi pemain. Dan syarat utama rotasi pemain tentu anda harus punya tim dengan banyak pemain yang mumpuni, pemain yang  cukup merata antara pemain inti dan pemain cadangan. Ya minimal kualitas pemain cadangan tidak terlalu jauh dari pemain inti.

Portugal di pertandingan terakhir menang 3-0 atas Azerbaijan dengan tanpa diperkuat Cristiano Ronaldo. Pelatih tentu bisa menghitung kekuatan lawan dan memiliki gambaran tentang siapa saja yang akan mendapatkan giliran untuk diturunkan di pertandingan.

Italia tampil full team saat imbang lawan Swiss di hari Senin. Lawan berikutnya adalah Lithuania yang di atas kertas kualitasnya masih dibawah Swiss, apalagi Italia main di kandang maka skuad yang turun lawan Lithuania berbeda dengan saat menghadapi Swiss.

Setidaknya ada delapan pemain yang bukan pemain inti yang main sebagai starter saat melawan Lithuania, termasuk duet penyerang muda Moise Kean dan Giacomo Raspadori. Hasilnya, dengan pemain yang lebih segar Italia sukses mencetak lima gol dan tak terbalaskan.

Bermain tiga kali dalam sepekan jelas tidak mudah, apalagi jika tim anda tidak punya stok pemain yang merata. Mengandalkan sebelas pemain untuk tiga laga ditengah kompetisi liga domestik yang baru saja dimulai memang bukan hal yang mengenakkan.

Bagi penonton bola sendiri, terutama penonton netral, pertandingan kualifikasi seperti ini sebenarnya juga tidak terlalu menarik. Penyisihan grup jelas tidak menawarkan pertandingan besar, kalaupun ada tentu hanya satu atau dua pertandingan dengan dua tim yang memiliki kekuatan seimbang dalam satu grup.

Apalagi liga baru dimulai beberapa minggu. Liga Inggris baru memainkan tiga pertandingan, Liga Italia malah baru dua laga. Banyak klub yang belum menemukan ritme permainan terbaiknya, transfer pemain juga baru selesai, Cristiano Ronaldo juga belum sempat memainkan partai debut keduanya di Manchester United. Eh, ada jeda internasioanal tiga pertandingan dalam sepekan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun