Mohon tunggu...
heru s
heru s Mohon Tunggu... Administrasi - Merdeka

Merdeka

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kiprah Pemain Gaek di Sepak Bola Olimpiade

19 Juli 2021   07:59 Diperbarui: 19 Juli 2021   08:00 220 26 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kiprah Pemain Gaek di Sepak Bola Olimpiade
Dani Alves (Gambar: archysport.com)

Salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade adalah sepakbola. Ada dua nomor, sepakbola putera dan sepakbola puteri. Tanpa mengecilkan sepakbola puteri, memang sepakbola putera lebih bisa dibicarakan. Lha wong pemain puteri saja saya gak ada yang tahu. Ah, jangankan pemain puteri, pemain putera pun hanya sedikit yang saya tahu karena memang tim yang mengikuti Olimpiade adalah tim U23 dengan diperbolehkan ada tambahan tiga pemain senior.

Yang menarik, beberapa tim menyertakan pemain senior yang tidak hanya di atas 23 tahun, bahkan di atas 35 tahun. Bukan hanya senior, tapi sangat senior.

Skuad Brazil misalnya, mengikutkan Daniel Alves yang sekarang sudah berusia 38 tahun. Kita semua tentu tahu siapa Dani Alves, dia adalah pemilik 118 caps bersama timnas Brazil, pernah bermain dan menjadi juara bersama Sevilla, Barcelona, Juventus dan Paris St. Germain. Koleksi trofinya sangat amat banyak. Mungkin itu juga salah satu alasan dia diikutsertakan, pengalaman plus hoki.

Skuad Perancis juga menyertakan Andre Pierre Gignac yang berusia 35 tahun. Gignac adalah mantan striker timnas Perancis yang kariernya di timnas tergolong biasa saja, memiliki 36 caps dan mencetak 7 gol. Saat ini ia adalah pemain klub sepakbola Mexico, Tigres UANL setelah sebelumnya mmeperkuat klub-klub Ligeu 1 seperti Marseille dan Touluse.

Skuad Mexico juga tak mau ketinggalan, ada Guilermo Orchoa, kiper timnas Mexico berusia 36 tahun yang sudah tampil 114 kali bersama timnas Mexico.

Tren pemain tua yang berbaur dengan pemain muda sebenarnya dapat kita lihat di Euro kemarin. Tidak tanggung-tanggung, timnas Italia yang menjuarai Euro adalah tim yang juga mengkombinasikan pemain muda dengan pemain yang sangat senior. Kita tahu, benteng pertahanan Italia diperkuat duo gaek, Leonardo Bonucci yang usianya 34 tahun dan Giorgio Chiellini yang usianuya 36 tahun.

Ketenangan dan pengalaman pemain gaek yang dipadukan dengan stamina dan semangat pemain muda terbukti efektif membawa Italia menjuarai Euro 2020.

Di level klub, prestasi AC Milan dua tahun terakhir mengalami peningkatan dan puncaknya tahun ini mereka mampu kembali lolos ke Liga Champions setelah bertahun-tahun absen. Salah satu faktor penting yang menjadi titik balik kebangkitan Milan adalah perekrutan Zlatan Ibrahimovic.

Ibra saat ini berusia 39 tahun adalah pemain penting dalam kesuksesan Milan musim kemarin. Skuad Milan yang rata-rata anak muda memang perlu seorang yang bisa menjadi panutan maupun dengan pengalamannya memberikan ketenangan maupun suntikan kepercayaan diri bagi tim. Dan Ibra melakukannya dengan sangat baik. Tahun ini Milan bahkan menambah satu lagi penyerang gaek untuk melapis Ibra, Olivier Giroud. Yah, selain pengalamannya yang dibutuhkan juga karena harganya memang cocok. Haha...

Dalam fase pertumbuhan manusia, usia tua adalah usia dimana seharusnya seseorang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Setelah selesai dengan dirinya, maka seseorang akan fokus pada lingkungannya dan mulai memikirkan bagaimana menumbuhkan generasi mendatang yang lebih baik. Mungkin begitu pula dengan pemain sangat senior. Mereka sudah pernah mengalami puncak karier, sudah memiliki kedewasaan dalam bermain bola dan bisa menjadi pemimpin anak-anak muda dalam meraih kesuksesan.

Kickoff sepakbola Olimpiade akan dilakukan Kamis 22 Juli 2021. Kita tunggu seberapa efektif para pemain gaek ini.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN