Sosial Pilihan

38 Tahun, Perpustakaan Nasional RI Semakin Dewasa dan Matang

17 Mei 2018   13:28 Diperbarui: 18 Mei 2018   08:13 392 1 1

Bukittinggi -- Tidak terasa usia Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 17 Mei 2018 ini genap 38 tahun. Ibarat manusia, usia ini tentu sudah tumbuh ke arah lebih dewasa dan matang. Dengan usianya ini tentu sudah banyak hal yang harusnya dilakukan dan diberikan Perpustakaan Nasional kepada masyarakat Indonesia. 

Seiring zaman, Perpustakaan Nasional juga dituntut dapat mengikuti perkembangan yang semakin canggih. Untuk mewujudkan Perpustakaan Nasional sebagai salah satu institusi yang memiliki peran strategis dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, Perpustakaan Nasional RI harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas dalam hal ini utamanya adalah para pustakawan.

Sesuai dengan tema HUT Perpustakaan Nasional tahun ini yakni "Pustakawan Bergerak Menebar Virus Literasi" dibutuhkan upaya untuk dapat merealisasikan manusia yang literate di bumi Pertiwi. Seperti disampaikan kepala Perpustakaan Nasional RI dalam sambutanya, pustakawan memiliki peran besar dalam menyebarkan berbagai informasi yang bersumber dari perpustakaan, sehingga penyebaran virus literasi dapat ditularkan kepada masyarakat luas. 

Literasi dibutuhkan masyarakat agar tidak mudah terhasut dengan informasi sesat (hoax). Masyarakat yang memiliki literasi informasi adalah mereka yang telah mengerti, menyadari, memahami, dan menggunakan bacaan dan sumber informasi secara tepat. Agar tidak salah dalam memberikan informasi, pustakawan tentunya harus memiliki kompetensi dan mampu bergerak selaras dengan perkembangan teknologi informasi.

Sejalan dengan tema HUT, para pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang merupakan bagian dari Perpustakaan Nasional juga harus mampu menjadi penggerak dan penebar virus literasi khususnya bagi masyarakat Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat yang luas terdiri dari 19 kabupaten/kota tentu saja tidak sebanding dengan jumlah pustakawan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang hanya 9 orang. 

Melalui kerja sama yang baik dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan provinsi dan kabupaten/kota diharapkan pustakawan bergerak dapat diwujudkan. Pemanfataan teknologi informasi merupakan keharusan bagi pustakawan sebagai salah satu sarana dalam menyebarkan virus literasi kepada masyarakat.

Tidak dipungkiri masih banyak kekurangan dan kendala yang dihadapi UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam menjalankan visi misi dan perannya bagi masyarakat, baik dari segi sumber daya manusia maupun sarana prasarana penunjang. Namun semua itu perlu diperbaiki dan ditingkatkan secara bertahap sehingga ke depan peran perpustakaan dan pustakawan semakin dirasakan masyarakat.

Peringatan HUT ke-38 Perpustakaan Nasional yang bertepatan dengan hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1439 Hijriah, diperingati secara sederhana di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dengan bendera yang diikuti seluruh pegawai. Berkah ramadhan diharapkan juga menyertai Perpustakaan Nasional sehingga semakin baik dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada publik. (Dora Melisa -- Pustakawan UPT PPBH)

img-9036-jpg-5afe28f9caf7db67f1261334.jpg
img-9036-jpg-5afe28f9caf7db67f1261334.jpg
img-9069-jpg-5afe2946caf7db6a54783b72.jpg
img-9069-jpg-5afe2946caf7db6a54783b72.jpg
img-9292-jpg-5afe2a1b5e137317053be722.jpg
img-9292-jpg-5afe2a1b5e137317053be722.jpg
Gedung Layanan Perpustakaan Nasional
Gedung Layanan Perpustakaan Nasional
Gedung Perpustakaan Nasional RI di Salemba
Gedung Perpustakaan Nasional RI di Salemba