Mohon tunggu...
Yesi Hendriani Supartoyo
Yesi Hendriani Supartoyo Mohon Tunggu... Penulis - Peneliti

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Beyond Bali, Primadona Pariwisata Berdaya Saing Tinggi

21 Oktober 2019   13:25 Diperbarui: 21 Oktober 2019   14:19 898
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mengawali pelaksanaan RPJMN 2020-2024, tema pembangunan pada RKP 2020 adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pertumbuhan berkualitas. Tema ini sejalan dengan tahapan dan prioritas pembangunan pada RPJMN periode terakhir dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing. Dengan demikian SDM berkualitas dan berdaya saing menjadi faktor pendukung penting dalam pembangunan kedepan.

Berkenaan dengan hal tersebut, World Economic Forum pada 2018 silam melansir indeks daya saing Indonesia sebagai negara dengan pasar berkembang. Indonesia menempati posisi diatas Filipina, India, Turki, Afrika Selaran, Brasil dan Argentina dengan angka indeks sebesar 64,94. Hal ini tentu saja menjadi pencapaian tersendiri dari segi daya saing Indonesia di kancah global.

dok: databoks katadata
dok: databoks katadata
Pariwisata adalah Primadona

Dalam laporan 5 tahun capaian pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla periode 2014-2019 disebutkan bahwa pariwisata adalah "Primadona". Sektor pariwisata menjadi andalan pemerintah dalam menggerakkan perekonomian, terutama bagi ekonomi lokal dan penerimaan devisa. Hal ini mengakibatkan daya saing pariwisata Indonesia terus meningkat.

Sebagaimana dijelaskan dalam RKP 2019, pemerintah memperhatikan kerangka pelaksanaan perencanaan pembangunan diantaranya yaitu kerangka pelayanan umum dan investasi yang merupakan perencanaan kegiatan pemerintah dan swasta dalam rangka menyediakan barang dan jasa publik yang diperlukan masyarakat melalui program dan kegiatan prioritas. Daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi semakin membaik.

dok: LAMPID Presiden 2019
dok: LAMPID Presiden 2019
Arah kebijakan dalam rangka peningkatan nilai tambah ekonomi pada tahun 2020-2024 diantaranya mencakup peningkatan nilai tambah, lapangan kerja dan investasi di sektor riil dan industrialisasi yang dilaksanakan dengan meningkatkan daya saing destinasi dan industri pariwisata yang didukung penguatan rantai pasok dan ekosistem pariwisata termasuk wisata alam. Pengembangan amenitas dan atraksi wisata juga akan melibatkan industri dan partisipasi masyarakat. Pelaksanaannya antara lain mencakup penguatan rantai pasok industri pariwisata.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional IV 2020-2024, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melansir adanya pergeseran investasi ke sektor tersier. Kementerian PPN/Bappenas juga menjelaskan terkait kegiatan prioritas bahwa "Peningkatan Daya Saing Destinasi dan Industri Pariwisata termasuk wisata alam yang didukung Penguatan Rantai Pasok" merupakan bagian dari Peningkatan Nilai Tambah dan Investasi di Sektor Riil dan Industrialisasi.

dok: LAMPID Presiden 2019
dok: LAMPID Presiden 2019
Adapun pertimbangan wisatawan memilih destinasi wisata di Indonesia diantaranya ialah dikarenakan daerah destinasi pariwisata tersebut merupakan destinasi yang aman dan nyaman, lalu disusul oleh alasan berupa faktor value for money serta alasan adanya peninggalan sejarah dan warisan budaya.

dok: databoks katadata
dok: databoks katadata
Pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan telah berhasil memberikan kontribusi PDB yang semakin meningkat. Capaian utama pembangunan berupa perkembangan pariwisata ditunjukkan oleh kontribusi dalam PDB, jumlah wisatawan mancanegara, jumlah wisatawan nusantara dan nilai penerimaan devisa. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB pada tahun 2018 mencapai 4,5 persen dan tahun 2019 mencapai 4,8 persen. Peningkatan kontribusi ini utamanya didorong oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan investasi terutama di 10 destinasi pariwisata prioritas.

dok: LAMPID Presiden 2019
dok: LAMPID Presiden 2019
Beyond Bali: Potensi Daya Saing 10 Bali Baru

Prioritas nasional peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pariwisata dilaksanakan untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang disumbangkan oleh peningkatan produksi dan ekspor di sektor pariwisata. Hal ini juga dapat mendorong tercapainya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui upaya mendorong pemerataan ekonomi antar wilayah dan tingkat pendapatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun