Mohon tunggu...
yekti arifa
yekti arifa Mohon Tunggu... semanggat mencari keberkahan dalam hidup

sabar adalah sesuatu yang membuat hidup kita menjadi tenang dan damai

Selanjutnya

Tutup

Atletik

Anak Desa yang Sukses menjadi Atlet

16 April 2020   06:44 Diperbarui: 16 April 2020   06:57 12 0 0 Mohon Tunggu...

Ketika perekonomian menjadi salah satu masalah utama , yang banyak sekali  menghantui para orang tua maupun anak bagi  penyandang perekonomian kelas menenggah bisa di katakan bawah lah . tidak banyak dari mereka yang memiliki percaya diri untuk terus menggembangkan bakat mereka . dan ada banyak sekali faktor ataupun alasan  yang mendukung bagi mereka yang tidak memiiki percaya diri tersebut.

Namun ,lain halnya dengan sosok pemuda yang berasal dari salah satu desa yang berada di Sumatera Selatan . Supriadi 21 tahun .ini dengan tekadnya yang kuat dan kemauanya yang meraung raung di dalam dada dia yakin dengan semua kemampuan yang ia punya dengan rasa percaya diri yang tinggi dia memulai awal karirnya di awal sekolah  tinggi menenggah pertamma (SMP) dengan memulai ikutan rutin bermain bola volly bersama rekan rekanya di sekolah , setelah beberapa lama mengikuti kegiatan rutin tersebut

Mungin disinilah dia meresa "sepertinya aku bisa melakukan sesuatu di sini " dan dari  sinilah dia mulai mengembangkan dirinya di dunia olahraga dengan mengikiuti eskul bola volly yang di adakan di sekolahnya tersebut , karena sedari awal memang niatnya inggin sekali mewjudkan keingginannya . dia ikuti eskul tersebut dengan penuh semanggat dan konsentrasi  yang tinggi hingga suatu masa dia terpilih mewakili sekolahnya untuk mengikuti pertandinagn yang di selengarakan di Kecamatan dan menjadi tim inti dari singkat cerita dari pertandingan nya tersebut dia beserta rekan rekannya yang lain berhasil unggul meraih juara pertama untuk mewakili sekolahnya tersebut , setelah mereka memenangkan pertandingan tersebut mereka akhirnya di peracaya kembali untuk mengikuti pertandingan selanjutnya mewakili Kecamatan tersebut dengan melanggah ke tinggat berikutanya yakni yang di selengarakan di Kabupaten kota. 

Setelah sekian banyak perjalanan pertandingan yang ia dan teman temanya raih .dan cukup memakan waktu yang lumayan lama hingga akhirnya dia merasa masih kurang pusas dengan pencapaian yang telah di dapatkanaya , dan kebetulan juga pada saat itu ada pendaftaran untuk menjadi calon atlet lalu ia pun ikut mendaftarkan dirinya untuk menjadi atlet daereah . setelah pasti menjadi atlet daerah tersebut dia pun mulai aktif mengikuti beragam kopetensi yang di selengarakan di berbagai daerah di kabupaten mauoun daerah lainya di untuk sementara ia mendapatkan kejuaraan di kabupaten.

Setelah mendapatkan kejuaraan di Kabupaten , di sinilah dia terus bersemanggat menjalankan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya dengan penuh semanggat , ulet , fokus dan gigih dalam menjalankan apa yang selama ini ia impikan . hingga pada suatu masa ia di percayai untuk terus mengikuti pertandingan di berbagai daerah di Kabupaten Palebang maupun di luar Palembang bahkan di beberapa kota di penjuru Indonesia

Dengan status yang ia miliki yakni memang bukan dari keluarga kaya ataupun terpandang namun semanggat yang ia miliki dan juga tidak lain adalah semanggat yang dukungan yang di berikan kedua orangtuanya tentunya  doa dan harapan juga tidak terlepas dari keduanya, sedari kecil ia memang dididik untuk selalu mandiri dalam segala hal , dia memang tinggal di salah desa bahkan bisa di katakan lebih jauh dari desa tersebut kalu dalam bahasa jawanya itu "Ladang" lah , karena orangtuanya juga sambil berkebun , perjalanan yang meninggalkan banyak kenangan , bahkann dia dulu sewaktu Sd jika berangkat dari kebunya itu menuju sekolahnya jalan kaki terkadang mengunakan sepeda ontel dari pagi hari sekali.

Tetapi dengan keadaanya yang seperti itu sama sekali tidak menyurutkan semanggat dia untuk terus menggapai apa yang ia ingginkan , mendapatkan juara memang sudah menjadi hal biasa baginya sedari Sd bahkan sampai menginjakan ke jenjang sekolah tinggi menenggah atas ia pun sering mendapatkan kejuaraan tersebut , itu juga menjadi kekuatan tesendiri baginya , bahkan beasiswa sudah menjadi target banginya . dalam riwayat pendidikanya ia tidak pernah untuk tidak mendapatkan beasiswa dari mulai SMP SMA Bahkan ke jenjang perkulihan , bahkan menurut penuturan kedua orangtuanya tidak pernah mengeluarkan uang untuk biaya pendidikanya.

Dia selalu mencari solusi untuk bisa melakukan itu karena melihat kondisi orangtuanya , pesilat yang pernah bersekolah di salah satu desa yang ada di Musi Banyu Asin ini memulai mencoba untuk mengikuti turnamen .awalnya hanya untuk olahraga , apalagi dia dulu berasal dari atlet volly sejak SMP sebelum akhirnya dia menjadi atlet pencaksit dan kemudian mengikuti turnamen dulu awalnya dia ikut di kategori tarung ,ucapnya''setelah itu Supriadi beralih ke kategori tunggal meski awalnya melakukan setenggah hati ,tapi justru supriadi makin bersinar dalam kategori itu .

"Saya awalnya setenggah hati , tapi di kategori ini ketika pertama kali ikut turnamen saya langsung dapat mendali emas "pungkas supriadi seraya tertawa .

Pria yang karab di sapa supri ini tak pernah sepi dari gelar juara baik di Provinsi maupun luar provinsi sejak berkecimpung di dunia pencak silat . sebut saja di pekan olahraga Nasional (PON) 2016 ia mendapatkan mendali perunggu , pekan olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2017 mendapatkan mendali emas untuk nomor fighter dan perunggu untuk seni tunggal kejuaraan silat antar provinsi . pria asal Desa ini mengaku tidak ada pilihan lain selain pantang menyerah dan berlatih keras untuk menjadi juara .

Latihan rutin dari senin sampai sabtu . dua sesi , sore sama malam . satu sesi itu sekitar 2 jam ," terang supri . lebih jauh supri menyatakan bahwa dari sekian banyak perlombaan yang ia ikuti , PON adalah  paling berkesan untuk supriadi .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x