Mohon tunggu...
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Cepat Tanggap Mohon Tunggu... Organisasi Kemanusiaan

Menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik http://act.id Aksi Cepat Tanggap (ACT) Foundation is a professional global humanitarian organization based on philanthropy and volunteerism to achieve better world civilization

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Bangkitkan Sejatinya Bangsa sebagai Solusi Permasalahan Bangsa

14 Januari 2021   16:51 Diperbarui: 14 Januari 2021   17:05 47 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bangkitkan Sejatinya Bangsa sebagai Solusi Permasalahan Bangsa
Peluncuran Tema Filantropi sekaligus Gerakan Aksi Cepat Tanggap 2021 "Bangkitkan Sejatinya Bangsa" dihadiri oleh (dari kiri ke kanan) Direktur Disaster Management Institute of Indonesia Wahyu Novyan sebagai moderator, Ustaz Fariz BQ, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar, dan Vice President ACT Rini Maryani, sebagai pemantik diskusi di Jakarta, Rabu (13/1/2021). (ACTNews/Gina Mardani)

JAKARTA - Banyak orang yang menjadikan 2020 sebagai tahun penuh ujian akibat virus Covid-19 yang mengancam hampir sepanjang tahun hingga meningkatnya jumlah kemiskinan serta kemerosotan ekonomi ke jurang resesi. Namun di balik itu semua, 2020 telah melahirkan jiwa-jiwa kedermawanan di tengah pandemi. 

Sejak pertengahan Maret, masyarakat yang berpartisipasi mendukung gerakan filantropi dan bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) naik 154 persen, meskipun total donasinya tidak jauh berbeda dari tahun lalu.

Pertumbuhan jumlah dermawan yang mengamanahkan kepedulian terbaiknya merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19. Kemiskinan merupakan muara dari kelaparan, keserakahan, kesengsaraan, dan penderitaan masyarakat Indonesia hingga masyarakat dunia. 

Situasi ini memberikan tekanan karena hampir seluruh umat manusia menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian. Oleh sebab itu, kedermawanan dari berbagai elemen bangsa dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan hidup dengan segala keterbatasan.

Harus diakui bahwa pandemi Covid-19 melahirkan situasi baru yang penuh tekanan. Karantina wilayah maupun karantina mandiri secara tidak langsung berdampak pada roda perekonomian yang kian terseok. 

Banyak perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan yang berakibat pada melonjaknya angka pengangguran secara signifikan. Hal ini berdampak pada ketiadaan penghasilan hingga keterbatasan pangan dan kemiskinan. Antisipasi dampak sosial dan ekonomi perlu diperhatikan di samping antisipasi dampak kesehatan yang belum juga menemukan solusi terbaik.

"Kemanusiaan itu bukan sebatas fenomena sosial saja, bukan pula sekadar untuk menjawab fenomena ekonomi. Kemanusiaan itu energi dan kecepatan untuk mengatasi masalah-masalah dunia dan membangun peradaban yang lebih baik. Revolusi filantropi merupakan jawaban bagi penyelamatan peradaban sekaligus penggerak modal terbaik: nilai dan mental. Kita sebagai manusia yang diamanahi kehidupan tidak bisa tinggal diam. Krisis ekonomi, krisis ideologi, maupun krisis visi harus segera diantisipasi dengan nilai-nilai kemanusiaan," papar Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT. 

Menyongsong tahun 2021, ACT meluncurkan tema bertajuk "Bangkitkan Sejatinya Bangsa". Melalui tema ini, ACT mengajak berbagai instrumen negara menanamkan karakter bangsa Indonesia yang dermawan, gotong-royong, dan gemar menolong dalam menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, serta kemanusiaan secara utuh dan menyeluruh.

"Tahun 2021 adalah tahun untuk mengajak berbagai elemen bangsa agar bangkit dan bergerak lebih hebat karena permasalahan yang dihadapi makin besar dan makin pelik baik dari sisi kesehatan, kelaparan, kehilangan pekerjaan yang berujung pada kemiskinan dan ancaman kematian. Bangkitkan Sejatinya Bangsa, kami ajak seluruh lapisan bangsa berkolaborasi meluaskan maslahat program-program kemanusiaan berkelanjutan yang kami hadirkan sebagai solusi permasalahan kemanusiaan yang semakin kompleks ini," imbuh Ahyudin.

Bila kilas balik selama setahun ini, ada banyak aksi kemanusiaan yang bertujuan untuk membangun optimisme di tengah masyarakat, mulai dari aksi pembagian masker baik di dalam dan luar negeri, pembagian makan siap santap, pemberian paket pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan beragam program pemulihan ekonomi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN