Mohon tunggu...
Yayang Nadistya Ayu
Yayang Nadistya Ayu Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Yayang sangat ingin melihat dunia. Ia meyakini bahwa suatu saat akan ada waktu dimana ia akan segera dipertemukan dengan segala mimpi-mimpinya.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Ketika Kehidupan Mulai Buntu

14 Agustus 2022   18:05 Diperbarui: 14 Agustus 2022   18:13 138 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Tuhan, aku ingin kaya. Aku ingin kaya dengan cara yang halal. Aku ingin berjuang. Namun, terkadang, ini agaknya sulit untuk merubah keadaanku. Aku juga ingin berpikiran positif. 

Hanya saja, aku jadi teringat seseorang pernah mengatakan, "orang sukses walaupun dicaci tetap serasa dipuji, tapi untuk orang yang berada di bawah, dipuji pun rasanya seperti dicaci maki."  

Saat-saat berada di bawah memanglah sangat membuat gelisah. Kita terus mendorong diri kita untuk terus maju guna melawan ketidakberdayaan. Seiring waktu, aku mengerti bahwa yang membuat kita terlalu depresi adalah tentang hasil akhir. 

Aku memang menghargai proses. Namun, jika hasil tak kunjung kuraih, rasanya aku hanya melakukan sesuatu tanpa hasil alias sia-sia. 

Sebenarnya bukan sia-sia melainkan masih tertunda. Sering kali aku berhenti ditengah jalan. Merasa bahwa yang aku lakukan tidaklah membuahkan hasil. 

Namun, kehidupan itu adalah tentang maju terus dan tidak menyerah. Bisa dibilang bahwa sukses kita berada di titik 99, sedangkan kita masih di 57. Masih perlu 32 proses lagi untuk mencapai sukses yang sesungguhnya bukan. Sungguh, itu adalah waktu dimana kepercayaan tentang keinginan atau mimpi kita diuji. 

Seperti Tuhan sedang berkata, "seberapa kamu menginginkan mimpi ini?" jadi, mau tidak mau kita harus keep going untuk meneruskan apa yang kita mulai.

Harus yakin. Kalau kita tidak yakin dengan diri kita sendiri, siapa yang akan percaya sama kita? Ngomong tentang kaya. Setiap orang rasanya memang ingin kaya. 

Tapi, setelah meraih "kaya" itu tadi, what's next yang akan kita raih? Bukankah yang harus kita raih adalah tujuan hidup di dunia ini? jujur, aku sendiri juga masih penuh dilema. 

Apalagi di usia 20 an ini sangat-sangat menantang. Aku bahkan belum berpikir mengenai karirku kedepannya. Aku sebenarnya ada mimpi yang sangat ingin aku raih. Hanya saja, ada faktor external yang membuatku harus taking care of it. Aku tidak ingin mendeskripsikannya disini karena aku rasa hal tersebut adalah aib. 

Namun, yang ingin aku tekankan kepada diriku sendiri adalah, "akankah aku Bahagia jika aku sudah bisa menyelesaikan faktor eksternal tersebut dan mulai menjalani mimpi yang benar-benar aku impikan?" Aku akan menantikan hal itu di masa depanku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan