Mohon tunggu...
Yayang Nadistya Ayu
Yayang Nadistya Ayu Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Yayang sangat ingin melihat dunia. Ia meyakini bahwa suatu saat akan ada waktu dimana ia akan segera dipertemukan dengan segala mimpi-mimpinya.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Pembedahan Novel "Pudarnya Pesona Cleopatra"

24 Februari 2018   08:52 Diperbarui: 24 Februari 2018   09:24 1265 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hiburan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Pudarnya Pesona Cleopatra

"Cinta tidak menyadari kedalamannya, sampai ada saat perpisahan."

--Khalil Gibran-

Unsur Intrinsik

Novel yang indah karena dibuat dengan jiwa yang merekah. Dengan judul Pudarnya Pesona Cleopatra oleh Habiburrahman El Shirazy. Kehidupan di muka bumi ini tidak akan sempurna tanpa adanya cinta. Novel yang bergenre romantis ini mengambil tema percintaan di dalam tekanan. Sebagaimana mengharuskan hati untuk memilih, ketika jiwa memberontak, dan pikiran yang tersiksa karena sebuah keputusan. Berikut ini adalah kebenaran dari tema tersebut.

"Layaknya pengantin baru, tujuh hari pertama kupaksakan hatiku untuk memuliakan Raihana sebisanya. Kupaksakan untuk mesra, bukan karena cinta. Sungguh, bukan karena aku mencintainya. Hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayat nya, ........ Dan aku pasrah tanpa daya." (hal 6)

Tokoh utama dalam cerita ini adalah AKU. Tokoh AKU digambarkan dalam novel ini sebagai tokoh yang cerdas, baik, sopan, dan mengerti agama dengan kata lain yaitu mengenal wawasan yang luas tentang agama islam. AKU adalah seorang yang sangat ingin membuat ibunya bahagia sampai-sampai harus mengorbankan perasaannya sendiri. Akan tetapi, hal itu membuat orang yang benar-benar tulus mencintainya tersakiti yakni Raihana. Berikut ini adalah kutipan dari Novel Pudarnya Pesona Cleopatra tentang penokohan tokoh AKU yang sangat takut jikalau ia sampai durhaka terhadap ibunya.

"Dalam pergaulatan jiwa yang sulit berhari hari,akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku." (hal 3)

Selanjutnya, di bawah ini adalah pendaman hari tokoh AKU yang tidak dapat ia sampaikan kepada ibunya. Karena ia takut menyakiti hati beliau. Pendaman hati seorang AKU dalam novel ini menandakan bahwa tokoh AKU itu sangat menghormati ibunya, ia tidak dapat menolak keinginan ibunya walaupun yang ibunya inginkan itu tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.

"Ibu, durhakalah aku

 Jika dalam maumu tak ada mauku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan