Mohon tunggu...
Yayang Nadistya Ayu
Yayang Nadistya Ayu Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Yayang sangat ingin melihat dunia. Ia meyakini bahwa suatu saat akan ada waktu dimana ia akan segera dipertemukan dengan segala mimpi-mimpinya.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kemanusiaan yang Menyangkut Hak dan Kewajiban

27 Mei 2017   10:57 Diperbarui: 27 Mei 2017   13:51 878 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pada dasarnya seluruh hak dan kewajiban manusia di dunia ini adalah sama. Tidak ada satu alasan pun yang dapat membantah hal tersebut. Bahkan, terdapat banyak peraturan yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur tentang hak dan kewajiban manusia. Semua ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat yang ada didunia agar saling menghargai dan tidak saling menjatuhkan antara satu dengan yang lain. Tetapi, banyak juga perbedaan dalam berbagai sisi yang menyebabkan ketidaksetaraan antara pihak satu dengan yang lain.

Hak dalam kehidupan masyarakat sering diartikan sebagai sesuatu yang sudah mutlak menjadi milik seseorang tanpa dapat diganggu orang lain atas hak miliknya tersebut. Hak ini mutlak menjadi milik bagi semua masyarakat yang ada di dunia. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang mutlak untuk dikerjakan oleh setiap orang. Biasanya, kewajiban setiap orang berbeda. Ada yang terikat oleh pemerintah dan ada yang individual (perorangan). Antara hak dan kewajiban harus seimbang agar mengarah kepada kehidupan yang layak serta damai.

Perataan antara hak dan kewajiban manusia dilakukan dengan cara membuat peraturan oleh pemerintah yang bisa dijamin ketaatan masyarakat terhadap hukum tersebut. Semua masyarakat wajib melaksanakan peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Dalam pemerintahan di Indonesia terdapat peraturan tentang jaminan atas Hak Asasi Manusia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 A sampai 28 J. Dalam ideologi bangsa Indonesia (pancasila), juga terdapat panutan untuk kemanusiaan ini. Yakni dalam sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab.

Semua peraturan yang dibuat oleh pemerintah pasti terdapat dampak positif bagi masyarakatnya. Tujuan yang pertama, agar seluruh lapisan masyarakat merasa diberlakukan adil oleh pemerintah dalam kata lain tidak ada pilih kasih atau penindasan pada rakyat kecil. Kedua, agar semua masyarakat merasa aman dan nyaman berada dalam negara yang ditinggali. Yang ketiga, supaya masyarakat menyadari pentingnya menjunjung “perikemanusiaan” dalam kehidupan bermasyarakat ini. Ketiga tujuan diatas adalah murni pendapat saya tentang tujuan dibuatnya peraturan. Dan pendapat saya ini termasuk dalam hak mengungkapkan pendapat di muka umum.

Dalam kehidupan masyarakat, pasti selalu berpasang-pasangan karena Allah menciptakan dunia dengan kondisi seperti itu. Misalnya, malam dan siang, pandai dan bodoh, miskin dan kaya. dan kita akan mengulas yang terakhir yakni miskin dan kaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat sekarang. Banyak orang memandang rendah orang miskin dan memandang tinggi orang kaya. bahkan terkadang, banyak orang lebih menghormati orang kaya dan juga orang memiliki jabatan. Sebenarnya, pandangan tersebut itu salah. Karena hukum sudah menetapkan bahwa derajat kita semua itu sama. Tidak ada kata yang lebih dari kata sama. Keadaan dalam negeri ini pun sudah tidak seimbang, masyarakat negeri ini pun sudah banyak yang tidak memerdulikan persamaan tersebut. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus menegakkan serta meluruskan kembali ideologi bangsa ini (Indonesia). Yakni perikemanusiaan yang terdapat dalam sila kedua Pancasila “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Tak ada lagi perbedaan, yang ada hanya persamaan antara hak dan kewajiban bagi seluruh rakyat bangsa ini.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan