Mohon tunggu...
Yayan Sugiana
Yayan Sugiana Mohon Tunggu...

Suami dari seorang istri dan bapak dari tiga orang anak yang berkeinginan besar dapat memberi manfaat kepada lingkungan tempatnya berada.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Panglima Baru; Harapan Baru

2 Oktober 2010   06:13 Diperbarui: 26 Juni 2015   12:47 686 0 3 Mohon Tunggu...

[caption id="attachment_276221" align="alignleft" width="191" caption="Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. (sumber:Google)"][/caption]

Setelah Rabu 29 September 2010 dilepas dengan lantunan salawat badar oleh prajurit Marinir di Karangpilang Surabaya, dan Kamis 30/9 dilepas dengan iringan reog ponorogo oleh para prajurit Koarmatim, hari ini (Sabtu 2/10) Laksamana TNI Agus Suhartono menerima tongkat komando selaku Panglima TNI dari Jenderal TNI Djoko Santoso di Mabes TNI Cilangkap Jakarta. Putra Blitar ini secara bulat telah mendapat pesetujuan dari DPR untuk menjadi Panglima TNI (Kompas, 28/9). Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Sidik, menyampaikan bahwa Lulusan tahun 1978 Akademi Angkatan Laut tersebuttidak memiliki catatan tindak pidana dan dinilai taat dalam melaporkan kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia mengamanatkan, TNI sebagai alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tugas utamanya adalah melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi keselamatan bangsa. Operasi militer yang diemban oleh TNI meliputi operasi untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). UU No 34/2004 juga mengamanatkan kepada TNI untuk ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional.

Berkaitan dengan amanat undang-undang ini, Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan bahwa ia akan berjuang menjadikan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara yang makin tangguh untuk menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar. Lebih lanjut mantan Pangarmabar ini menjelaskan bahwa TNI harus tangguh bercirikan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan profesional. "Tentara rakyat yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia," katanya.

[caption id="attachment_276205" align="alignright" width="300" caption="Gultor, Kopassus (sumber:Google)"][/caption]

Sedangkan tentara pejuang, adalah tentara yang berjuang menegakkan NKRI dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan serta menyelesaikan tugas. Sementara pengertian TNI sebagai tentara nasional yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras dan golongan agama.

"TNI sebagai tentara profesional adalah tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya," tutur Laksamana Agus. TNI sebagai tentara profesional adalah tentara yang mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, menghormati HAM, ketentuan hukum nasional dan internasional yang telah diratifikasi. Menurut mantan Dankobangdikal ini, di samping tangguh, TNI juga harus solid, memiliki kemampuan cukup dan mampu menghadapi setiap ancaman. "TNI yang tangguh juga harus dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. TNI adalah milik bangsa Indonesia, berasal dari, untuk bekerja serta bertugas untuk rakyat, dan mampu melindungi segenap bangsa serta seluruh tumpah darah Indonesia dan selalu berada di hati rakyat," katanya. [caption id="attachment_276209" align="alignleft" width="236" caption="KRI Diponegoro (sumber: Google)"][/caption]

Dalam uji kepatutan dan kelayakan di hadapan anggota Komisi I DPR beberapa waktu lalu, Laksamana Agus Suhartono menyampaikan bahwa Misi TNI adalah menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta keselamatan bangsa, di samping mewujudkan pembangunan kekuatan kemampuan dan gelar kekuatan menuju kekuatan pokok minimum secara bertahap.

[caption id="attachment_276211" align="alignright" width="300" caption="Sukhoi TNI AU"][/caption]

Di masa kepemimpinan Jenderal TNI Djoko Santoso, TNI telah berhasil membentuk Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) untuk menjawab tantangan tugas di luar negeri, Pusat Pengkajian Strategis (Pusjianstra) TNI untuk menghasilkan kebijakan TNI yang bernilai strategis. Dan terakhir pembentukan Komando Pembina Doktrin Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI untuk meningkatkan sumber daya Prajurit TNI dalam menyongsong tugas-tugas di masa yang akan datang. Namun demikian,Jenderal Djoko Santoso mengakui banyak hal yang masih harus dibenahi dalam pelaksanaan tugas pokok TNI.

Tampaknya apa yang harus dibenahi ini akan menjadi prioritas dalam kepemimpinan Laksamana Agus. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang berkesinambungan. Selamat bertugas, Laksamana!

Sumber: http://www.Kompas.com, http://www.mediaindonesia.com, http://www.bipnewsroom.info

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x