Mohon tunggu...
Maya Batari
Maya Batari Mohon Tunggu... Guru - Single Cool

mencintai diri sendiri dimulai dari dalam hati yang selalu berpikir positif dan bahagia

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Rahasia Cinta Sang Pewaris #Bab 34

22 Mei 2021   09:37 Diperbarui: 22 Mei 2021   16:52 419
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende


"Sudah nggak marah lagi?" Bagus mengambil salah satu kursi di meja makan. Pagi itu dia terbangun agak siang, dan menemukan sang istri sudah sibuk sendiri di dalam dapur.

Tidak ada oseng mercon. Hanya telur dadar dan tempe goreng, dengan nasi hangat yang menggoda selera. Matanya masih mengawasi sang istri, yang berusaha terlihat baik-baik saja.

Namun sisa bengkak di mata Utari, tidak dapat disembunyikan. Rasa bersalah kemudian menggerogoti dada Bagus. Pria yang baik, tidak akan membiarkan wanitanya menangis seperti itu.

"Ri, maafkan Mas. Tidak seharusnya Mas berbuat seperti itu. Maaf karena sudah membuat kamu menangis. Maaf karena sudah tidak jujur sama kamu." Bagus meraih tangan Utari, kemudian mengenggamnya dengan erat. Dia mengecup satu persatu ruas jari lentik milik istrinya.

Utari menunduk dalam, berusaha untuk tidak menangis lagi. "Sudahlah, Mas. Tidak perlu meminta maaf. Riri tau, Mas melakukan ini semata karena ingin menjaga perasaanku. Lagipula Mbak Windri memang hadir jauh sebelum kita saling mengenal."

"Ri, kamu tau jika maksud Mas bukan seperti itu. Kamu yang terbaik dalam hidup Mas. Aku sangat mencintaimu, dan ingin selamanya hanya hidup bersamamu."

Bahkan hati Utari yang seharusnya merasa bahagia, justru kini kian hampa. Sorot mata lembut dan tenang milik Bagus Pandhita sudah menjelaskan semua. Tapi Utari yang tidak percaya akan dirinya sendiri.

"Siapa Ayah Agni? Aku pikir, Mbak Windri masih bujangan. Aku tidak pernah tau jika dia ternyata pernah berumah tangga."

"Windri belum pernah menikah."

Jawaban singkat itu seperti sudah menjelaskan segalanya. "Dia pernah menjalin hubungan dengan seorang pria, hingga kebobolan. Tapi begitu dia ingin mengatakan segalanya, pria itu ternyata sudah menikah dengan wanita pilihan keluarganya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun