Mohon tunggu...
yas niar
yas niar Mohon Tunggu... yasniar

YASNIAR

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pemrosesan Informasi AUD

12 Maret 2020   19:49 Diperbarui: 12 Maret 2020   21:27 84 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pemrosesan Informasi AUD
pengertian-informasi-5e6a4560d541df70b80edeb2.jpg

Teori dari piaget dan vygotsky memberikan sejumlah ide atau gagasan mengenai bagaimana anak-anak kecil berfikir serta bagaimana pemikiran mereka berubah. Belakangan ini, pendekatan pemrosesan informasi telah menghasilkan riset yang memberikan  penerangan mengenai bagaimana anak-anak memproses informasi di masa prasekolah ( Galotti,2010).

Atensi atau perhatian adalah suatu bentuk pemrosesan dengan sadar memproses sejumlah kecil Informasi dari sejumlah informasi yang tersedia. Atensi terbagi menjadi dua yaitu atensi eksekutif dan atensi yang tertahan,dimana atensi eksekutif adalah melibatkan perencanaan, mengalokasikan atensi menuju sasaran, mendeteksi dan kompensasi kesalahan, mengawasi perkembangan tugas, serta menghadapi situasi yang sulit dan rumit. Sedangkan atensi yang tertahan adalah keterlibatan yang jauh dan mendalam dengan sebuah objek, tugas, kejadian, atau aspek lain dari lingkungan.
Marry Rothbart dan Maria Gartstein (2008,hal. 332). 

Baru-baru ini menjelaskan mengapa kemajuan dalam atensi eksekutif dan atensi yang bertahan sangat penting di masa kanak-kanak awal : perkembangan masa kanak-kanak sistem atensi eksekutif mendukung cepat nya peningkatan dalam usaha pengendalian terhadap masa-masa balita dan pra sekolah. Meningkatnya atensi tersebut sebagian disebabkan oleh kemajuan dalam komprehensi dan perkembangan bahasa. Ketika, Anak-anak menjadi lebih baik dalam memahami lingkungan nya, peningkatan apresiasi terhadap lingkungannya ini membantu anak-anak mempertahankan atensinya untuk beberapa waktu.

Latihan komputer saat ini telah dikembangkan untuk meningkatkan atensi anak-anak ( Jaeggi,Berman, & Jonides,2009; Yang & Posner, 2009). Sebagai contoh suatu studi mengungkapkan bahwa latihan komputer selama lima hari yang mencakup pembelajaran menggunakan joystick, working memory l, dan penyelesaian konflik meningkatkan atensi anak-anak usia 4-6 tahun ( Rueda dkk,2005).

Selanjutnya yaitu MEMORI atau ingatan mengenai informasi sepanjang waktu merupakan sebuah proses yang utama di dlama perkembangan kognitif anak-anak. Sebagian besar memori anak-anak bayi bersifat rapuh, dan untuk sebagian besar , tidak bertahan lama kecuali memori mengenai aksi perseptual motorik, yang dapat bersifat substansial ( Mandler,2004). Memori dapat di bagi menjadi dua yaitu memori jangka panjang dan memori jangka pendek.

Memori jangka pendek adalah komponen memori dimana individu mempertahankan informasi selama 30 detik,dengan asumsi informasi tersebut tidak diulang-ulang. Riset dengan tugas rentang memori menyatakan bahwa memori jangka pendek meningkat selama masa kanak-kanak awal. Meskipun demikian ingatlah bahwa rentang memori bervariasi antara individu yang satu dengan individu lainnya.

Memori jangka panjang adalah komponen memori dimana individu mempertahankan informasi sangat lama,dengan asumsi informasi tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi ketepatan memori seorang anak (Bruck & Ceci,1999):

1. Terdapat perbedaan usia berkaitan dengan kepekaan anak terhadap sugesti.
2. Perbedaan individual dalam kepekaan.
3. Teknik-teknik wawancara dapat mengakibatkan distorsi yang bersifat substansial dalam laporan anak mengenai peristiwa-peristiwa  yang sangat mencolok.

Teori pemrosesan informasi menekankan pentingnya menggunakan strategi-strategi yang baik.  Strategi ini sebagai upaya untuk aktivitas-aktivitas mental yang dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan pemrosesan informasi. Sebagai contoh , anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa biasanya menggunakan strategi mengulang-ulang informasi dan mengorganisasikan agar bisa mengingat nya secara efektif. Sementara itu, sebagian besar  anak keci tidak menggunakan kedua strategi ini untuk mengingat( Miller & Seier,1994).

Teory of mind merajuk pada kesadaran mengenai proses-proses mentalnya sendiri dan proses-proses mental orang lain. Studi mengenai theory of mind memandang anak sebagai " seorang pemikir yang mencoba untuk menjelaskan, memprediksikan, dan memahami pikiran, perasaan, serat ucapan orang lain" ( Harris,2006, hal. 847).Theory of mind anak-anak berubah sejalan dengan perkembangan mereka dimasa kanak-kanak ( Helman,2009; Laguttuta, Nucci, & Bosacki,2019).

Perubahan individual, sebagimana dalam penelitian perkembangan lainnya, terdapat perbedaan individual dalam kapan anak-anak mencapai tahapan tertentu pada theory of mind mereka ( Pelliciano,2010).

VIDEO PILIHAN