Mohon tunggu...
Yasir Husain
Yasir Husain Mohon Tunggu... Guru

Teacher; Penulis Buku Nasihat Cinta dari Alam, Surga Menantimu, SETIA (Selagi Engkau Taat & Ingat Allah)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mi Instan Tak Seinstan yang Terlihat, Begitulah Keberhasilan

29 November 2019   16:58 Diperbarui: 29 November 2019   17:19 36 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mi Instan Tak Seinstan yang Terlihat, Begitulah Keberhasilan
Sumber: irishtimes.com

Mi Instan, Tak Seinstan yang Kamu Lihat
Mungkin orang-orang mengira bahwa Mi Instan itu sangat gampang. Cukup didihkan air, masukkan mi nya, bumbu, lalu aduk sejenak, selesai. Atau yang paling cepat, mi nya langsung disiram saja air panas saja, masukkan bumbunya, dan diamkan sejenak, jadi.

Memang kelihatannya seperti itu. Tapi sebenarnya itu hanyalah hasil dari proses yang panjang. Apa yang disaksikan dan dirasakan dari Mi Instan yang enak itu, awalnya melalui proses yang tidak mudah. Ada ahli yang berperan di dalamnya.

Mi yang sudah dikemas bersama bumbu-bumbunya tidak langsung seperti itu. Mi itu diproses dari bahan mentah, bisa dari singkong, gandum, dan bahan-bahan tepung lainnya. Ditakar, dicampur, dibentuk, diolah, lalu dikemas menjadi menarik.

Belum dengan bumbunya, apalagi berbagai rasa. Taruhlah misalnya rasa soto ayam. Segala macam perpaduan rempah-rempah termasuk ayamnya, dikemas menyatu dalam resep yang pas, kemudian diekstrak menjadi serbuk. Takarannya harus benar-benar sesuai berdasarkan jumlah air yang nantinya digunakan, seperti yang tertera dalam kemasan. Kalau bukan ahlinya, akan sangat sulit mengerjakannya, mustahil.

Jadi sebenarnya, yang instan itu bukan mi dan bumbunya, tapi cara menghidangkannya. Proses yang dilalui sebelum mencapai tahap mudah atau instan, cukuplah panjang. Rasanya yang enak tak akan tersaji begitu saja. Ada perjuangan yang perlu ditempuh.

Begitulah hakikatnya kehidupan. Ketika kita melihat segala sesuatunya begitu mudah, jangan menyimpulkan yang tepat di pandangan saja. Telusuri prosesnya dan pahami segala perjuangan yang ada di dalamnya. Lihat berapa tahapan yang dilalui, berapa tenaga yang terkuras, dan berapa pengorbanan yang dilakukan. Bahkan, mungkin juga ada air mata.

Jangan pernah menyimpulkan keberhasilan yang diraih oleh orang-orang datang begitu saja. Terjadi dengan instan dan hadir secepat kilat. Bukan seperti itu. Yang terlihat mudah dan menyenangkan hanyalah hasilnya. Di balik itu, sungguh tidaklah segampang apa yang disaksikan. Maka benarlah firman Allah dalam Al-Qur'an,

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Ada kesulitan, ada kemudahan. Seolah ditegaskan bahwa kedua kondisi tersebut sepaket. Ada perjuangan, tentu ada hasil. Ada usaha, ada hasil. Ada proses, ada hasil. Lantas, bagaimana dengan yang instan? Hakikatnya, yang instan itu adalah hasil dari sebuah proses. Maksudnya, ketika semuanya terlihat begitu mudah, cobalah telusuri, maka kita akan menemukan proses yang cukup panjang sebelumnya.

Wallahu A'lam

Yasir Husain (Penulis Buku "Hadiah Spesial untuk Jiwa yang Gelisah")

VIDEO PILIHAN