Mohon tunggu...
Yasir Husain
Yasir Husain Mohon Tunggu... Guru

Teacher; Penulis Buku Nasihat Cinta dari Alam, Surga Menantimu, SETIA (Selagi Engkau Taat & Ingat Allah)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar Menjadi Baik dari Buah Busuk yang Berbiji

10 Juni 2019   17:48 Diperbarui: 10 Juni 2019   18:22 210 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Menjadi Baik dari Buah Busuk yang Berbiji
Sumber: pixabay.com

Apa yang kita alami saat ini bukanlah akhir dari segalanya. Kita masih bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, dan mengerjakan banyak hal bermanfaat. Seperti halnya orang lain, yang tak berhenti pada tahap yang kita saksikan, atau pada masa lalu yang banyak dicela.

Waktu saja terus berjalan, musim berubah silih berganti, dan hidup pun selalu berbeda setiap harinya. Tak ada yang abadi pada makhluk di dunia ini, semuanya bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Kita yang dulunya sendiri, bisa jadi saat ini telah punya pendamping. Kita yang dulunya ditendang, bisa jadi saat ini terpandang. Bukti bahwa hari kemarin selalu berbeda dengan hari ini adalah isyarat bahwa kita bisa berubah. Dan sebaik-baik perubahan adalah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kita dan orang lain semuanya bisa berubah.

Masa lalu yang buruk bukanlah sebuah kesimpulan bahwa saat ini kita juga buruk. Sebagaimana orang lain, yang belum tentu buruk saat ini, hanya karena masa lalunya yang kelam.

Siapapun kita, bagaimana pun buruknya kita dimasa lalu dan saat ini, jangan pernah menjadikan kita berputus asa. Berubahlah saat ini juga, dan jadilah pribadi yang taat kepada Allah dan bermanfaat bagi sesama. Jangan pernah larut dalam masa lalu yang kelam, sebagaimana kita tak boleh mencela orang lain dengan keburukan di masa lalunya.

Berprinsiplah bahwa hidup kita dan hidup orang lain, bukanlah disimpulkan dari masa lalunya. Mau baik atau pun buruk di masa lalu, bermanfaat atau tidak berguna, yang jadi penilaian tetaplah siapa kita saat ini juga.

Olehnya itu, berhentilah untuk terus meratapi keburukan di masa lalu, tanpa ada tindakan untuk memperbaiki diri di masa sekarang. Berhentilah selalu mencela orang lain dengan masa lalunya yang buruk, karena bisa jadi saat ini mereka sudah jadi teladan yang baik.

Ingat, ada tanaman yang tumbuh sehat dan subur, menghasilkan buah yang baikserta daun yang rimbun, awalnya berasal dari buah yang busuk. Ketika buah busuk tersebut dilemparkan ke tanah, sedikit demi sedikit mengeringlah buahnya yang busuk. Hingga akhirnya habis tertelan tanah, dan yang tersisa hanyalah bijinya. Biji itulah yang kemudian tumbuh dengan tampilan baru, yang akhirnya menghasilkan buah yang banyak.

Seburuk-buruknya seseorang, selalu ada kebaikan yang tersimpan dalam dirinya. Cuma terkadang, manusia itu sendiri yang tak mau mengembangkan kebaikan itu, seperti tumbuhnya biji yang kecil dari buah yang busuk menjadi tanaman subur yang bermanfaat.

Ingatlah Fir'aun, manusia keji dan kejam dalam sejarah. Ia membantai setiap bayi laki-laki yang baru dilahirkan. Tapi kemudian, setitik kebaikan dalam dirinya, menyebabkan dia memungut bayi laki-laki yang dihanyutkan ke sungai untuk dibesarkan. Bayi itulah yang tumbuh dan berkembang menjadi utusan Allah bernama Musa 'alaihissalam.

Tapi Fir'aun tetaplah Fir'aun, setitik kebaikan itu tidak ia pelihara, tapi malah dikubur dan dibiarkan hilang begitu saja. Sifat kejamnya semakin menjadi-jadi. Hingga akhirnya, Allah menenggelamkannya di lautan.

Kita bukanlah Fir'aun, begitupun orang lain di sekitar kita. Maka tumbuhkanlah kebaikan yang ada dalam diri kita, yang walaupun di masa lalu tak pernah terlihat akibat tertutupi oleh banyaknya keburukan yang menyelimuti. Jika kebaikan itu terus menerus tumbuh, dengan sendirinya keburukan akan tersisih, sebagaimana tersisihnya buah busuk menjauhi biji yang terus menerus tumbuh sehat dan subur.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda;

"Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauililah manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi)

Dengan semangat takwa, hapuslah segala keburukan yang ada pada diri kita dengan menumbuhkan kebaikan. Semakin subur tumbuhnya, maka semakin kuat pula kekuatannya menghapus keburukan.

Ketika usaha tersebut kita lakukan, maka iringilah dengan berbuat baik kepada sesama, kepada orang lain. Jangan mengejar kebaikan sambil kita mencela orang lain, dengan anggapan kita lebih baik dari mereka. Sebab, bisa jadi sebaliknyalah yang terjadi.

Saat kita terus mencela orang lain dengan masa lalunya yang buruk---hanya karena masa lalu kita lebih baik---itu menandakan kitalah yang merosot dari baik menjadi buruk. Sementara orang yang kita cela, meningkat dari yang buruk menjadi lebih baik.

Yang perlu kita lakukan adalah, bertakwa kemudian menumbuhkan kebaikan agar keburukan terhapus. Dan, tetap berbuat baik kepada orang lain, sebagaimana apa yang disebutkan pada hadis di atas. Berhentilah berpatokan pada keburukan di masa lalu, dan jauhi pula mencela masa lalu orang lain yang buruk.

Buah yang busuk akan selalu menjauhi bijinya yang terus menerus tumbuh dengan subur menjadi besar, walaupun biji tersebut awalnya sangat kecil. Hingga akhirnya buah busuk itu menghilang secara total. Kebaikan yang terus menerus tumbuh di dalam jiwa manusia, semakin besar, semakin subur, dan konsisten dengan pertumbuhannya, kelak akan menyebabkan segala keburukannya menjauh.

Wallahu A'lam

---Yasir Husain
, Penulis Buku SETIA (Selagi Engkau Taat & Ingat Allah)

VIDEO PILIHAN