Mohon tunggu...
Yasir Husain
Yasir Husain Mohon Tunggu... Guru

Teacher; Penulis Buku Nasihat Cinta dari Alam, Surga Menantimu, SETIA (Selagi Engkau Taat & Ingat Allah)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bahagia Itu Anugerah, Gelisah Itu Pilihan

8 Juni 2019   18:33 Diperbarui: 8 Juni 2019   18:34 0 2 2 Mohon Tunggu...
Bahagia Itu Anugerah, Gelisah Itu Pilihan
Sumber: gangkecil.com

Jangan sampai kita menjadi manusia seperti ini; Memaksakan tampil sebaik mungkin depan orang-orang, ingin terlihat menarik, terlihat mewah, dan terpandang wah. Tapi setelah itu, pusing sendiri, gelisah sendiri, susah sendiri, dan repot sendiri.

Tampil mewahnya hanya sekejap, dan itupun dipenuhi dengan kepalsuan. Setelah itu, kesusahan sendiri hampir di setiap waktu. Susah karena karena menanggung segala beban yang disiapkan secara 'paksa' untuk tampil mewah. Baik itu sebelum dan sesudahnya.

Terlalu banyak memalsukan diri di hadapan orang-orang, akan menyebabkan hidup pelakunya dipenuhi dengan kegelisahan. Harus membohongi diri sendiri. Lebih banyak memikirkan penilaian orang lain, dan tak memedulikan lagi kebahagiaan sejati yang mereka bisa rasakan. Mereka menyiksa diri dengan perasaan gelisah yang mereka ciptakan sendiri.

Allah Ta'ala berfirman,

"... Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri." (QS. Ar-Room: 9) 

Ada banyak hal yang begitu menyenangkan dalam hidup kita, yang bisa kita nikmati tanpa menggantungkannya pada orang lain. Terdapat beragam kebahagiaan di sekitar kita, yang bisa kita raih tanpa menghubungkannya dengan penilaian orang lain.

Bahagia itu anugerah, sementara gelisah itu pilihan. Tinggal kitanya. Mau menikmati segala kebahagiaan tersebut dengan banyak bersyukur, menampakkan diri apa adanya, dan jujur dengan diri sendiri dalam menjalani kehidupan. Atau, memilih hidup dalam kegelisahan dengan menghabiskan banyak waktu pada perkara-perkara yang tidak penting, termasuk memalsukan penampilan di depan orang-orang.

Kita terlahir dengan anugerah kebahagiaan yang sangat banyak. Jika sampai detik ini kita masih banyak gelisahnya, mungkin memang itu yang menjadi pilihan hidup kita.

Kita terlalu banyak pusing dengan urusan orang, sementara urusan sendiri disepelekan. Akhirnya nilai hidup pun disandarkan pada penilaian orang lain. Sibuk menempatkan diri pada pandangan orang-orang, tapi lupa membenahi hati untuk merasakan ketenangan.

"Anugerah kebahagiaan telah Allah siapkan begitu luasnya. Telusurilah jalannya, raihlah berdasarkan petunjuk-Nya."

Sungguh aneh jika kita masih saja mencari kesulitan-kesulitan. Betapa kita menzalimi diri sendiri jika masih saja memaksakan diri untuk hal-hal yang sebenarnya di luar kuasa kita. Kita paham ada yang namanya berusaha, maka gunakan usaha itu pada jalan kebahagiaan yang telah Allah tetapkan. Bukan berusaha menumpuk penderitaan dengan memaksakan hal-hal yang sebenarnya tak penting.


Bahagia itu dirasakan maka cukuplah rasa kita yang menikmatinya. Jangan mengusahakannya untuk selalu terlihat. Sebab jika keseringan dipamer bisa jadi nilainya berkurang, rasanya semakin hilang.

Bahagia itu soal rasa maka tepatlah jika dikatakan bahagia itu tempatnya di hati. Bahagia itu anugerah yang jalannya telah Allah siapkan luas terbentang, maka jangan pernah memilih jalan kesulitan. Raih bahagiamu,  tinggalkan yang menyulitkanmu.

Wallahu A'lam

---Yasir Husain
, Penulis Buku SETIA (Selagi Engkau Taat & Ingat Allah)