Mohon tunggu...
Yasir Husain
Yasir Husain Mohon Tunggu... Guru

Teacher; Penulis Buku Nasihat Cinta dari Alam, Surga Menantimu, SETIA (Selagi Engkau Taat & Ingat Allah)

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana Pilihan

Meraih Ketenangan Hidup dengan Tetap Berada di Jalurnya

27 Mei 2019   18:25 Diperbarui: 27 Mei 2019   18:54 0 1 0 Mohon Tunggu...
Meraih Ketenangan Hidup dengan Tetap Berada di Jalurnya
Sumber: http://shutterstock.com

Manusia diciptakan dengan penciptaan yang sempurna. Dilengkapi dengan sistem dan cara menjalankannya, yang disebut dengan sistem kehidupan. Pada sistem tersebut akan ada banyak bentuk kehidupan yang saling berlawanan. Setiap manusia akan merasakannya silih berganti.

Jika ada hitam pasti ada putih, ada susah ada senang, dan terdapat kemiskinan yang berlawanan dengan kekayaan. Ada pula kesederhanaan beserta kemewahan, sedih dan gembira, dan masih banyak lagi kondisi yang memperlihatkan dua hal yang saling bertolak belakang.

Karena situasi-situasi tersebut adanya dalam kehidupan, maka kita yang hidup harus selalu siap dengan situasi apapun yang akan kita hadapi. Kita harus sadar bahwa kita adalah manusia, di mana situasi apapun dapat menimpa kita. Jika hal itu bisa kita lakukan maka InsyaAllah, kita akan selalu bisa mengatasi segala hal yang kita hadapi.

Manusia yang bijak bukanlah orang yang hanya tenang dalam kesenangan, tapi juga bisa tabah dengan kesusahan. Itulah tanda orang beriman. Hal ini sebagaimana dijelaskan pada hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,

"Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)

Sistem kehidupan yang Allah ciptakan untuk kita, tidak sekadar diciptakan begitu saja. Allah juga membekali kita dengan hati dan akal, yang bisa kita gunakan untuk bersyukur di setiap kebahagiaan, dan bersabar pada setiap kesulitan. 

Selama kita mampu menggunakan keduanya, maka hidup kita akan selalu dalam ketenangan. Masalah biasanya muncul karena kekayaan, kedudukan, dan popularitas, seringkali dijadikan simbol kesuksesan dan kebahagiaan. Di sisi lain, kesederhanaan dan hidup yang biasa-biasa saja, juga dijadikan simbol kegagalan dan kesusahan.

Tetaplah pada jalur kehidupan, di mana kesulitan dan kesenangan bisa menimpa siapa saja. Jangan karena kita kaya, berkedudukan, berilmu, dan populer, lantas menjadikan kita sombong dan menganggap diri akan bebas dari masalah. Jangan karena semua itu, kita lantas menjadikan diri kita tak pernah mau disebut salah, tak pernah lagi melayani yang lemah, dan selalu memposisikan diri layaknya seorang raja.

Sebaliknya, jangan karena kita miskin, sederhana, kurang populer, dan tak berkedudukan, lantas menjadikan diri kita pesimis dan tak layak bahagia. Akhirnya, timbul kegelisahan menyelimuti hidup kita. Kita harus selalu sadar bahwa semua manusia yang hidup di muka bumi ini, akan selalu ada dalam sistem kehidupan. 

Mau kaya atau miskin, terkenal atau terkucil, berkedudukan atau biasa-biasa saja, yang sederhana atau istimewa, semuanya punya peluang sama. Yaitu, sama-sama bisa merasakan kesulitan dan kemudahan. Hanya orang-orang yang pandai bersyukur dan bersabarlah yang kemudian selalu merasakan ketenangan dalam segala hal.

Air yang meluap dan keluar dari jalurnya bernama sungai, biasanya akan menyebabkan banjir. Seperti bus, yang sudah punya jalur bernama busway, akan menemui masalah ketika tiba-tiba keluar dari jalurnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2