Yasintus Ariman
Yasintus Ariman Pembina Pramuka Penegak & Penulis 'gembel'

Olah pikir olah rasa, buktikan diri berguna bagi yang lain

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Mengenangmu Saat Senja Menyapa

16 Mei 2018   17:30 Diperbarui: 16 Mei 2018   17:38 206 8 2

Entah mengapa

Di senja ini  engkau seakan hadir

Senja yang semakin memerah itu

Menghentakkan jiwaku

Mengingatkanku akan senyummu

Mungkinkah di sana engkau bahagia melihatku

Yang kian bijak menilai fakta

Melihat setiap sisi hidup

yang tak pernah menyerah, pasrah

Terus berharap akan keajaiban

Dengan langkah yang kadang sedikit ingin berlari

Menempuh sebuah perjalanan


Ayah...

Andaikan waktu bisa diputar kembali

Aku ingin pulang ke kemarin

dimana aku menemukanmu dalam senyum

Merasakan indahnya usia senja

Meski dunia dipenuhi dengan harap dan cemas

Ketika saling berhadapan

Engkau menatapku dengan linangan air mata harapan

Air mata kasih sayang dan kerinduan

Yang lama terpendam dalam bait-bait hidup

Yang tak seorang pun mengerti

mengapa engkau menangis ketika itu


Ayah...

Yang aku tahu saat ini aku di jalan menuju senja

Aku telah berada pada garis hidup yang semestinya aku ada

Dan rasa rindu ini megingatkanku

akan bait puisimu untukku:

"...Sekejap, lupakan kemelut hidup

Tuhan yang penuh kasih akan menyinari hidupmu

Seperti rembulan yang menghapus gelapnya malam..."


Terima kasih ayah

Dunia kita kini beda

Kita terpisah oleh dunia yang lain

Namun, cinta kasihmu

Selalu menguatkan

Kala kaki ini tak cukup kuat untuk melangkah

Cintamu telah menghadirkanku dalam duniaku

Dengan segala bahagia

Juga air mata yang meneguhkan jiwa


Terima kasih ayah

Atas cintamu yang selalu ada di sepanjang jalanku

Kini..., aku benar-benar merindukan sosokmu

Aku ingin menunjukkan kepadamu apa yang telah kugapai saat ini

Berharap dapat menemukanmu

Pada mentari yang memerah di senja ini

Bersama asap doa yang kian membubung

Semoga rapuh hati ini menemukan cinta dan sayangmu

Dalam setiap mimpi yang ingin kugapai


Waingapu, 16 Mei 2018