Mohon tunggu...
Yashinta D
Yashinta D Mohon Tunggu... -

Jurnalisme Multimedia

Selanjutnya

Tutup

Media

Jurnalisme Kloning yang Rawan Plagiarisme

7 Oktober 2019   21:27 Diperbarui: 15 Oktober 2019   13:31 274 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jurnalisme Kloning yang Rawan Plagiarisme
img-5574-5da56798097f366d6d300982.jpg

          

Jurnalisme kloning menjadi topik yang menarik untuk dibahas dalam jurnalistik. Dalam kalangan wartawan, praktik jurnalisme kloning menjadi praktik yang wajar untuk dilakukan. Jurnalisme kloning merupakan kegiatan yang dilakukan para jurnalis dengan menukar sumber berita untuk dijadikan produk jurnalisme. Para jurnalis biasanya membagikan hasil rekaman wawancara, video, ataupun gambar. 

Di jurnalisme online, plagiarisme merupakan hal yang melanggar kode etik jurnalisme. Tetapi, jurnalisme kloning sangat dekat dengan plagiarisme. Jurnalisme kloning merupakan kegiatan yang bertentangan dengan kode etik jurnalistik. Dalam Kode Etik Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia di pasal 12 menyebutkan bahwa Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat, tidak mengutip karya jurnalistik tanpa menyebut sumbernya.

Hadirnya jurnalisme kloning membuat informasi yang disajikan menurun kualitasnya. Banyaknya media massa yang hadir, membuat informasi yang beredar menjadi tidak bervariasi. Media online saat ini cenderung berisi konten yang mirip dan memiliki sudut pandang yang sama. Hal itulah yang membuat informasi yang disebarkan tidak faktual. 

Sedangkan, masyarakat layak mendapatkan informasi yang faktual dan terpercaya. Jurnalisme kloning banyak dilakukan oleh wartawan agar tetap mendapatkan banyak berita dalam waktu yang singkat. Seorang wartawan tidak turun langsung ke lapangan tetapi memanfaatkan wartawan lain untuk berbagi hasil rekaman wawancara. Tentu saja hal ini merupakan cara yang curang dan melanggar kode etik jurnalistik.

Jurnalisme kloning dianggap hal yang biasa di kalangan wartawan. Wartawan yang melakukan jurnalisme kloning membuat angle ataupun isi beritanya menjadi sama. Jurnalis yang sudah biasa melakukan jurnalisme kloning hanya perlu menambahkan cerita di dalamnya sehingga berita yang disajikan adalah hasil pengulangan dari berita online lainnya. 

Sehingga berita yang tersebar di masyarakat merupakan berita yang homogen dan tidak bervariasi. Keinginan wartawan untuk mendapatkan berita secara instan berpengaruh pada kualitas isi berita yang akan disajikan. Tetapi hal ini membuat masyarakat menjadi lebih kritis untuk memilih media online mana yang akan menjadi saluran beritanya.

                   Plagiat merupakan pengambilan karangan atau karya milik orang lain dan menjadikan karangan tersebut seolah-olah milik sendiri (Soelistyo, 2011:19). Tindakan plagiat tentu bukan tindakan yang terpuji karena dengan sengaja atau tidak para plagiat menjadikan karya orang lain sebagai karyanya sendiri dengan mengubah-ubah sedikit isi karyanya. Maraknya plagiarisme yang terjadi di media online karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lemahnya etika. 

Etika yang lemah dengan tidak mengedepankan sanksi yang tegas terhadap pelaku plagiarisme membuat para pelaku plagiarisme menjadi menyepelekan tindakan plagiarisme. Penerapan sanksi hukum terhadap plagiator masih jarang diterapkan. Hal itu memicu para plagiator untuk menjiplak karya atau pemikiran orang lain. Komitmen dari jurnalis itu sendiri juga mempengaruhi seorang jurnalis melakukan praktik jurnalisme kloning atau tidak. Tinggi rendahnya komitmen jurnalis akan berpengaruh kepada keputusan yang ia ambil, apakah mau mendapatkan informasi dengan cara sesuai kode etik jurnalistik atau tidak.

Praktik jurnalisme kloning memudahkan para jurnalis untuk mendapatkan berita walaupun tidak turun ke lapangan. Jurnalis muda menjadi merasa dimudahkan mendapat sumber wawancara karena sesama jurnalis saling berbagi rekaman suara narasumber. Praktik jurnalisme kloning saat ini tidak lepas dengan kemajuan teknologi zaman sekarang. 

Dengan teknologi yang semakin maju, tentu saja hal tersebut menjadi alat yang digunakan oleh para jurnalis untuk merampungkan pekerjaan mereka. Seperti smartphone yang menyediakan aplikasi perekam suara, email, kamera, dan internet yang membuat jurnalis mudah untuk berbagi suara, gambar, ataupun dokumen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x