Mohon tunggu...
Yanti Sriyulianti
Yanti Sriyulianti Mohon Tunggu... Relawan - Berbagilah Maka Kamu Abadi

Ibu dari 3 anak yang sudah beranjak dewasa, aktif menggiatkan kampanye dan advokasi Hak Atas Pendidikan dan Perlindungan Anak bersama Sigap Kerlip Indonesia, Gerakan Indonesia Pintar, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, Kultur Metamorfosa, Sandi KerLiP Institute, Rumah KerLiP, dan Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia sejak 1999. Senang berjejaring di KPB, Planas PRB, Seknas SPAB, Sejajar, dan Semarak Indonesia Maju. Senang mengobrol dan menulis bersama perempuan tangguh di OPEreT.

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Nasi Bakar Ayam Suwir Balado Favorit

2 Oktober 2022   05:20 Diperbarui: 2 Oktober 2022   06:32 197 11 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Sudah malam tapi belum makan! Tadi siang kehabisan nasi bakar ayam suwir balado favorit, "ujar Yanti. Jam di HPnya menunjukkan angka 20.30 WIB. 

"Saya buatkan ya, Bu, "sergah Asmawi Hasyim, mahasiswa Informatika UP Tuanku Tambusai  yang bekerja paruh waktu di Pondok Lesehan Bukit Semilir.

Anak muda  berambut keriting ini langsung menyiapkan alat bakar dan piring lidi beralaskan kertas bungkus nasi. Tangannya cukup lincah memotong ketimun dan tomat. Sambal terasinya juga sudah siap disajikan bersama nasi bakar panasnya.

"Ibu sudah berhenti makan nasi sejak 2008. Tapi di sini ibu kembali bisa menikmati nasi bakar, " imbuh Yanti sambil  membuka nasi bakar panas. 

.  

"Ibu bukan hanya melanggar pantangan nasi, juga makan duren, minum kopi, dan tempe tahu goreng bacem, ya, "David mampir sejenak di hadapan Yanti, ikut menimpali.

Ada hal yang maha penting yang tidak diketahui Hasyim dan David. Yanti menghentikan hampir semua kebiasaan baik yang dibangunnya dengan susah payah sejak 28 Oktober 2020. Ia pun meminta ijin berhenti menjalankan usaha kepada mentor yang mengajaknya membangun mimpi. 

Apa pasal? 

Impian terbesar Yanti adalah membangun 100 Rumah Kerlip di Indonesia sebagai wahana kolaborasi multipihak untuk memastikan tak ada anak tidak sekolah di wilayah tempat tinggalnya.

 Peresmian 100 Desa Kreatif oleh Bupati Kampar yang disaksikan Menparekraf Sandiaga Uno mendorong Yanti untuk mengintegrasikan Rumah Kerlip Beriman di 100 Desa Kreatif tersebut. Apalagi relawan pendidikan dari Sibuak mau menerima amanah mengelola Rumah Kerlip Beriman. 

Keyakinan Yanti tumbuh bersama komitmen Satiti Rahayu bersama suaminya  Muizin Firmansyah untuk bekerja sama dalam percepafan pembangunan desa sangat tertinggal dan tertinggal di Kampar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan