Mohon tunggu...
Yanti Sriyulianti
Yanti Sriyulianti Mohon Tunggu... Relawan - Berbagilah Maka Kamu Abadi

Ibu dari 3 anak yang sudah beranjak dewasa, aktif menggiatkan kampanye dan advokasi Hak Atas Pendidikan dan Perlindungan Anak bersama Sigap Kerlip Indonesia, Gerakan Indonesia Pintar, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, Kultur Metamorfosa, Sandi KerLiP Institute, Rumah KerLiP, dan Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia sejak 1999. Senang berjejaring di KPB, Planas PRB, Seknas SPAB, Sejajar, dan Semarak Indonesia Maju. Senang mengobrol dan menulis bersama perempuan tangguh di OPEreT.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Kurangi Konsumsi Air Minum dalam Kemasan

25 September 2022   22:35 Diperbarui: 25 September 2022   22:48 517 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri Cup Sealer Plastik

Dalam dua dekade terakhir ini kita makin dimanjakan dengan aneka sajian serba praktis dan cepat saji. Air minum dalam kemasan botol plastik sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Jika dulu masih terbatas menemani perjalanan, sekarang air dalam galon plastik sudah tersaji di setiap rumah.

Dibalik kepraktisannya, air dalam kemasan botol plastik membahayakan kelangsungan hidup manusia. Hasil penelitian di berbagai negara maju menunjukkan bahwa:

1. Sekurang-kurangnya 25 persen air dalam kemasan botol plastik berisi air PAM. Standar keamanan pengemasan yang rendah membuat air dalam kemasan botol plastik mengandang zat kimia yang membahayakan. BPA disinyalir menyebabkan kelainan kromosom bayi dalam kandungan. Sementara itu 22 persen air dalam kemasan botol plastik yang dinyatakan murni dan teruji kebersihannya ternyata mengandung mikroba yang membahayakan terutama orang-orang yang memiliki sistem imun yang lemah.

2. Produksi botol plastik, pengangkutan dan pembuangannya di USA membutuhkan 15-17 juta barel. Lebih dari 2 juta ton botol plastik menumpuk di tempat pembuangan sampah di USa. Meskipun sudah tersedia alat daur ulang, baru 20 persen dari sampah plastik tersebut yang didaur ulang

3. Air dalam kemasan botol plastik ternyata mengandung 50 zat aktif obat juga nikotin.

Masih mau konsumsi air minum dalam kemasan?

Keluarga kami memutuskan beralih menggunakan air PAM yang disaring denfan penjernih air khusus yang tersertifikasi. Penyaring air berteknologi UV ini terbukti membunuh bakteri, virus, dan 140 kontaminan berbahaya lainnya sampai 99,99 persen. Selain menjadikan air PAM aman untuk dikonsumsi langsung, ada beberapa keunggulan lain:

1.  Teknologi Smart Chip Smart chip memantau masa pakai lampu UV dan filter serta memberitahu kapan cartridge harus diganti melalui display LED 

2. Diuji dan disertifikasi oleh NSF (National Sanitation Foundation) International terbukti efektif mengurangi 140 kontaminan yang mempengaruhi kesehatan dibanding sistem penjernih air berbasis UV atau karbon lain nya.

3.  Meraih Penghargaan 7 tahun nerturut-turut

4. Teknologi Advanced Filter Carbon 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan